AdvertorialDPRD Kukar

Akbar Haka Dorong Pembentukan Satgas Khusus Tangani Kasus Kekerasan di Sekolah

wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Anggota Komisi IV Akbar Haka menekankan pentingnya pembentukan satuan tugas (satgas) khusus yang fokus melakukan pengawasan dan pendampingan di sekolah-sekolah, terutama yang berbasis asrama maupun pesantren.

Menurutnya, keberadaan satgas ini sangat penting untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan, agar berani melapor tanpa rasa takut.

Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa satgas yang dibentuk harus memiliki sifat mobilitas tinggi dan bekerja secara acak (random). Dengan sistem seperti ini, satgas bisa datang tiba-tiba ke sekolah-sekolah tanpa jadwal yang pasti, sehingga potensi kasus yang selama ini tidak terlaporkan dapat terungkap.

“Satgas resmi ini harus dibentuk, datang ke sekolah atau pesantren tertentu secara random. Jangan hanya menunggu laporan, tapi harus aktif turun ke lapangan. Karena bisa saja ada korban yang sebenarnya ingin bicara, tapi selama ini tidak punya saluran yang tepat untuk melapor,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar kegiatan sosialisasi yang dilakukan satgas tidak hanya sebatas formalitas, melainkan dikemas melalui pendekatan yang lebih modern dan kreatif.

Misalnya, dengan mengangkat tema pendidikan digital, gerakan modernisasi, atau topik-topik yang dekat dengan dunia anak dan remaja.

Kata dia, setelah kegiatan tersebut, satgas bisa membuka ruang khusus, di mana siswa yang memiliki keluhan atau pengalaman tidak menyenangkan bisa bercerita secara langsung dengan pendamping yang disiapkan.

“Bisa saja di sebuah pesantren atau sekolah ada korban yang tidak pernah terlapor. Dengan adanya satgas ini, setelah sosialisasi, kita minta anak-anak yang punya keluhan untuk cerita. Kita siapkan ruang aman, kita damping. Dari situ kita bisa tahu apakah ada masalah yang harus segera ditangani,” jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Akbar Haka berharap, pembentukan satgas ini bisa menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan anak di dunia pendidikan.

“Satgas yang bergerak secara random akan membuat semua pihak lebih waspada. Bukan untuk menakuti, tapi untuk memastikan tidak ada lagi kasus yang disembunyikan. Anak-anak kita harus merasa dilindungi, karena masa depan mereka jauh lebih penting,” timpalnya. (W/ADV/JS)