AdvertorialDPRD KALTIM

Akses Wisata Terbatas, Legislator Dorong Pemerataan Infrastruktur Berau dari Pusat hingga Provinsi

wartapedia.co.id, SAMARINDA – Meski dikenal sebagai surga wisata bahari, Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan serius dalam hal infrastruktur penunjang pariwisata. Daerah dengan bentang geografis kepulauan ini membutuhkan perhatian khusus dari berbagai level pemerintahan.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari daerah pemilihan Berau, Syarifatul Sya’diah, menilai pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pesisir dan kepulauan belum sejalan dengan potensi pariwisatanya yang besar. Ia menyebut aksesibilitas menjadi persoalan utama yang kerap menghambat pertumbuhan ekonomi berbasis wisata.

“Dari segi geografis, Berau ini sangat luas dan terdiri atas banyak pulau. Infrastruktur jalan dan konektivitas antardestinasi masih jauh dari ideal,” ujar Syarifatul, Kamis (26/6/2025).

Politisi Golkar ini menekankan bahwa tanggung jawab pembangunan Berau tak bisa dibebankan sepenuhnya ke pemerintah daerah. Ia mendorong adanya proporsi anggaran yang seimbang dari provinsi maupun pemerintah pusat, utamanya untuk membangun jalan menuju kawasan wisata unggulan seperti Tanjung Batu, Maratua, dan Biduk-biduk.

“APBD Berau memang relatif kuat, tapi tetap tidak cukup untuk menjangkau semua kebutuhan. Harus ada dukungan dari provinsi dan pusat. Jalan ke Tanjung Batu, misalnya, itu tanggung jawab nasional,” tegasnya.

Menurut Syarifatul, dukungan provinsi bisa diarahkan ke wilayah pesisir dan pedalaman Berau yang masih minim infrastruktur. Sementara itu, pusat perlu hadir melalui program konektivitas nasional yang membuka akses ke kawasan-kawasan strategis pariwisata.

“Kami akan perjuangkan itu. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus hadir, karena ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keadilan pembangunan,” katanya.

Syarifatul menambahkan bahwa perhatian terhadap Berau tidak boleh hanya bersifat seremonial. Pemerintah harus melihatnya sebagai daerah yang strategis, tidak hanya dalam konteks pariwisata, tetapi juga sebagai wilayah perbatasan yang berkontribusi pada citra Kalimantan Timur secara keseluruhan. (W/ADV/SR).