AdvertorialDPRD KALTIM

Ananda Moeis Nilai Penanganan Stunting di Kaltim Belum Maksimal, Dorong Posyandu Lebih Berperan

wartapedia.co.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menilai penanganan stunting di Kalimantan Timur masih belum berjalan maksimal. Menurutnya, capaian penurunan stunting yang ada saat ini belum cukup kuat untuk mendukung target besar menuju Generasi Emas 2045.

“Kami di PDIP maunya 0 persen. Bagaimana mau menuju generasi emas 2045 kalau stunting masih tinggi?” tegas Ananda. Kamis (27/11/2025)

Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan angka statistik, tetapi menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. Jika persoalan ini tidak ditangani secara serius dan menyeluruh, maka akan berdampak langsung pada kemampuan generasi muda dalam bersaing di masa depan.

Ananda juga mendorong agar peran Posyandu diperkuat sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting. Menurutnya, Posyandu memiliki posisi strategis karena langsung bersentuhan dengan ibu hamil, balita, dan keluarga di tingkat paling bawah.

Ia menilai penguatan Posyandu tidak hanya sebatas kegiatan rutin, tetapi juga harus didukung dengan fasilitas, tenaga pendamping yang memadai, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan. Tanpa itu, upaya penurunan stunting akan berjalan lambat dan tidak merata.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda menegaskan bahwa komitmen politik harus sejalan dengan kebijakan anggaran dan program pemerintah daerah. Penanganan stunting, menurutnya, harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar program pelengkap.

Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih serius menjadikan penurunan stunting sebagai agenda strategis, sehingga cita-cita membangun generasi emas 2045 tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar didukung oleh kondisi kesehatan generasi muda yang kuat dan berkualitas.(W/ADV/SR)