wartapedia.co.id, Penajam – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, kembali menyoroti lemahnya transparansi pemerintah daerah dalam penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) yang menggunakan anggaran daerah.
Ia menegaskan bahwa sejumlah kerja sama Pemda selama ini berjalan tanpa melibatkan DPRD, padahal menyangkut penggunaan dana publik dan menimbulkan konsekuensi fiskal jangka panjang.
Sorotan terbaru Raup muncul setelah mengulas sejumlah kerja sama yang telah berjalan, termasuk program beasiswa mahasiswa PPU di Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, meski program itu baik secara substansi, tata kelolanya tetap harus memenuhi prinsip keterbukaan.
“Padahal kalau sudah menyangkut biaya dan APBD, mestinya kami tahu. Contoh: beasiswa bagi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM). Itu beasiswa berkelanjutan,” ujar Raup.
Ia menggambarkan bagaimana DPRD kerap mengetahui sebuah program justru setelah MoU ditandatangani dan anggarannya disiapkan. Hal ini dianggap tidak sehat untuk tata kelola pemerintahan yang baik karena membatasi fungsi pengawasan DPRD serta membuka ruang ketidakefisienan anggaran.
“Tahu-tahu sudah dianggarkan, sudah disepakati, sudah dibuat MoU. Kita ini mestinya diberi tahu isi MoU itu apa, manfaatnya apa, apa ujungnya nanti. APBD kita kan kecil, jadi harus jelas,” tegasnya.
Menurut Raup, persoalan utama bukan pada keberadaan program, melainkan prosesnya. Ia menilai Pemda perlu melibatkan DPRD sejak awal untuk memberikan masukan, memastikan kesesuaian regulasi, dan memeriksa dampak fiskal jangka panjang. Tanpa hal itu, keputusan penting seperti beasiswa berkelanjutan dapat memiliki konsekuensi anggaran yang tidak dihitung secara matang.
Dari sisi substansi, Raup menegaskan bahwa DPRD tidak menolak program beasiswa. Ia justru mengapresiasi upaya membantu anak-anak PPU menempuh pendidikan tinggi, terutama di kampus bergengsi seperti UGM. Namun kebermanfaatan program harus dibaca tidak hanya dari sisi sosial, tetapi juga dari kemampuan fiskal daerah.
“Beasiswa itu tentu kami syukuri karena membantu anak-anak kita kuliah. Tapi tetap saja harus dilihat apa keuntungannya dan bagaimana dampaknya terhadap APBD,” tandasnya. (W/ADV/SR)




