wartapedia.co.id, SAMARINDA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur meminta Pemerintah Provinsi Kaltim untuk lebih gencar menyosialisasikan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program umrah gratis. Program ini merupakan salah satu janji unggulan Pemprov yang diperuntukkan bagi para pengurus masjid dan mushala se-Benua Etam.
Ketua Umum DPW BKPRMI Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyatakan bahwa sosialisasi yang lebih masif sangat penting agar informasi mengenai program ini dapat diakses dan dipahami secara utuh oleh calon penerima manfaat.
“Program umrah gratis ini sangat dinanti oleh masyarakat, terutama para marbot. Namun perlu kejelasan dan informasi yang menyeluruh, baik soal prosedur pendaftaran maupun pelaksanaan teknisnya,” ungkap Reza, Selasa (27/5/2025).
BKPRMI sebagai organisasi kepemudaan yang bergerak dalam pengembangan aktivitas keislaman dan pemberdayaan masjid, menyoroti pentingnya keterbukaan informasi. Menurut Reza, meskipun program ini telah resmi diluncurkan pada 21 April 2025, namun informasi detailnya belum sepenuhnya merata di tengah masyarakat.
Program ini, harap dia tidak berhenti pada pemberangkatan marbot masjid saja, melainkan ke depan nantinya dapat diperluas untuk mencakup penjaga rumah ibadah lainnya di berbagai pelosok Kaltim.
Lebih jauh, Reza juga mengingatkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan Wakil Gubernur Seno Aji, untuk tetap memperhatikan komitmen awal mereka dalam meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji dan pengajar Al-Qur’an, terutama yang mengabdi di Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
“BKPRMI berharap pemerintah tidak hanya fokus pada program umrah gratis, tetapi juga perlu merealisasikan peningkatan insentif bagi para guru ngaji. Mereka adalah ujung tombak pendidikan moral dan agama bagi generasi muda kita,” jelasnya.
Reza menambahkan, dalam masa kampanye pada 28 September 2024 lalu, pasangan Gubernur-Wakil Gubernur sempat menekankan pentingnya peran pengurus masjid dan guru ngaji sebagai pilar pembangunan spiritual masyarakat Kaltim.
Sejak berdiri pada tahun 1977, BKPRMI terus berkomitmen mencetak generasi muda yang religius dan cerdas, serta memperjuangkan kesejahteraan para pengabdi di bidang pendidikan keislaman. Beberapa daerah, menurut Reza, bahkan telah menetapkan insentif khusus bagi guru ngaji sesuai kemampuan fiskal masing-masing.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dijadwalkan akan memberangkatkan sebanyak 600 pengurus masjid dan mushala untuk menjalankan ibadah umrah gratis pada tahun 2025 sebagai bagian dari realisasi program keagamaan unggulan. (W/ADV/SR).




