wartapedia.co.id, SAMARINDA – Percepatan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada aspek fisik dan infrastruktur. Pendekatan sosial dan keterlibatan warga menjadi fondasi yang tak kalah penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Hal ini ditegaskan Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Didik Agung Eko Wahono, menyusul dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Kukar untuk periode 2025–2031. Ia mendorong agar pola kepemimpinan ke depan lebih membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan masyarakat.
“Sering kali pembangunan gagal bukan karena kurang anggaran atau salah program, tapi karena tidak adanya keterlibatan sosial yang cukup dari masyarakat. Padahal, rasa memiliki dari warga itu kunci utama,” ungkap Didik, Jumat (11/7/2025).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir secara langsung di tengah masyarakat, tidak sekadar mengandalkan laporan dari birokrasi. Ia menilai kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat akan menciptakan suasana saling percaya yang mempercepat penyelesaian berbagai persoalan.
Didik juga menyoroti pentingnya membangun jaringan sosial yang kuat di tingkat akar rumput, baik melalui tokoh adat, perangkat desa, hingga kelompok warga. Ia percaya, dengan pola komunikasi yang terbuka, potensi konflik akibat kebijakan pembangunan bisa diminimalkan.
“Ketika warga merasa dihargai pendapatnya, mereka bukan hanya akan mendukung, tapi juga menjadi penjaga proses pembangunan itu sendiri,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang berhasil seharusnya bisa menyatukan masyarakat, bukan justru memecah belah. Oleh karena itu, solidaritas sosial, gotong royong, dan rasa saling percaya harus menjadi nilai utama dalam setiap kebijakan daerah.
“Kita tidak boleh hanya fokus pada berapa kilometer jalan terbangun atau berapa gedung berdiri. Yang lebih penting, apakah masyarakat kita makin kompak dan merasa punya peran dalam perubahan itu,” tegasnya.
Didik berharap pemerintahan baru di Kukar bisa menjadi contoh bagaimana pembangunan dilakukan dengan mengutamakan pendekatan kemanusiaan yang merangkul seluruh lapisan masyarakat. (W/ADV/SR).




