AdvertorialDiskominfo Kukar

DP3A Kukar Perkuat Satgas di Sekolah untuk Tekan Kasus yang Melibatkan Anak

wartapedia.co.id, Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan penguatan satuan tugas (satgas) perlindungan anak di sekolah sebagai upaya mencegah dan menekan berbagai kasus yang melibatkan anak.

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan penguatan satgas menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan di tengah masih ditemukannya berbagai persoalan di lingkungan sekolah, termasuk bullying.

Hal tersebut disampaikan Syafliansyah saat ditemui di DPRD Kukar, Senin (28/9/2026).

“Selain sosialisasi, dengan kondisi sekarang kita juga melakukan jemput bola dan membentuk satuan-satuan tugas. Ke depan, persiapannya adalah memperkuat satgas di sekolah-sekolah,” kata Syafliansyah.

Menurutnya, keberadaan satgas di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya berbagai peristiwa yang berpotensi mengganggu perlindungan dan keamanan anak.

“Artinya, dengan adanya satgas tersebut, minimal kita bisa mengurangi terjadinya berbagai peristiwa atau kasus di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Syafliansyah menyebut masih terdapat sejumlah persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah. Karena itu, DP3A Kukar akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memperkuat peran satgas perlindungan anak.

“Kita tahu cukup banyak persoalan yang terjadi di sekolah. Karena itu, kita akan membantu penguatan satgas di sekolah-sekolah dan mengoordinasikannya kembali dengan Dinas Pendidikan agar kasus-kasus tersebut dapat diminimalisir,” jelasnya.

Selain melakukan pencegahan, DP3A Kukar juga tetap menjalankan penanganan terhadap kasus perempuan dan anak yang terjadi di wilayah Kukar.

Syafliansyah mengatakan keterbatasan kondisi keuangan menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan program. Namun, pihaknya tetap berupaya menjalankan tugas melalui kolaborasi dan berbagai kegiatan penanganan kasus.

“Alhamdulillah, meskipun dengan segala keterbatasan, kita tetap bekerja dan berkolaborasi. Kondisi keuangan memang menjadi tantangan, tetapi tugas-tugas kita dalam melakukan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak tetap berjalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, DP3A Kukar telah melakukan sejumlah pelatihan terkait penanganan kasus serta penjangkauan terhadap kasus yang terjadi di masyarakat.

“Kita sudah melakukan pelatihan-pelatihan terkait penanganan kasus. Saat ini kita juga melakukan penjangkauan terhadap kasus-kasus yang ada di Kutai Kartanegara,” katanya.

Menurut Syafliansyah, penanganan persoalan perempuan dan anak memiliki karakter tersendiri karena berkaitan dengan kelompok yang membutuhkan perlindungan. Karena itu, sebagian pekerjaan DP3A dilakukan secara langsung di lapangan dan tidak selalu terlihat oleh publik.

“Memang pekerjaan ini sifatnya seperti kerja ‘silent’, karena berkaitan dengan perempuan dan anak yang harus dilindungi. Mungkin berbeda dengan penanganan kasus lainnya,” ujarnya.

Ia memastikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak, termasuk bullying, tetap diproses dan ditangani oleh DP3A Kukar.

“Untuk persoalan yang berkaitan dengan anak, seperti bullying dan sebagainya, tetap kita proses dan kita tangani. Kerja-kerja kita tetap berjalan,” pungkasnya. (W/ADV/S)