wartapedia.co.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, kembali menegaskan pentingnya penguatan peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam mengawasi kebijakan publik.
Andi Satya mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan pemuda untuk mengawal transparansi dan implementasi kebijakan pemerintah. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat krusial, terutama dalam tiga aspek: pelaksanaan, pengawasan, dan keterbukaan informasi kebijakan publik.
“Kehadiran mahasiswa dan pemuda hari ini adalah sinyal positif bahwa kontrol sosial terhadap jalannya kebijakan mulai tumbuh,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, isu infrastruktur menjadi sorotan utama, khususnya kondisi jalan menuju wilayah Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Andi Satya mengungkapkan bahwa kondisi jalan di kedua wilayah tersebut sangat memprihatinkan.
“Kalau kita bicara soal jalan ke Kubar dan Mahulu, kondisinya memang jelek, bukan lagi sekadar tidak bagus. Ini menjadi perhatian kita semua,” jelasnya.
Namun, ia juga menyebut bahwa perbaikan jalan dihadapkan pada keterbatasan kewenangan. Banyak dari jalan-jalan tersebut berstatus sebagai jalan nasional, yang berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat. Akibatnya, penganggaran dan perbaikannya sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah pusat.
“Pemerintah provinsi tidak bisa serta-merta menggunakan APBD untuk memperbaikinya,” tambahnya.
Andi Satya menekankan bahwa koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci untuk mengatasi masalah kerusakan jalan di Kaltim. Ia juga menegaskan bahwa persoalan infrastruktur jalan berdampak luas terhadap akses layanan dasar masyarakat.
“Kalau akses jalannya rusak, harga bahan pokok akan naik, akses layanan kesehatan dan pendidikan juga akan terganggu. Jadi, memang ini persoalan yang harus segera diselesaikan bersama,” pungkasnya. (W/ADV/SR)




