wartapedia.co.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengkritisi rendahnya pendapatan daerah yang bersumber dari aktivitas ekonomi di Sungai Mahakam. Padahal, sungai terpanjang di Kaltim itu selama ini menjadi urat nadi utama pergerakan ekonomi, mulai dari distribusi logistik, pertambangan, hingga transportasi barang dan jasa.
“Mahakam itu urat nadi ekonomi Kaltim, tapi penerimaannya hanya Rp395 miliar. Itu jauh dari ideal,” tegas Ananda. Senin (01/12/2025)
Menurutnya, angka tersebut tidak sebanding dengan padatnya aktivitas ekonomi yang berlangsung setiap hari di Sungai Mahakam. Ia menilai masih banyak potensi pendapatan daerah yang belum tergarap secara maksimal, baik dari sektor jasa kepelabuhanan, lalu lintas angkutan sungai, maupun pemanfaatan kawasan penyangga sungai.
Ananda menekankan bahwa peningkatan pendapatan daerah sangat penting untuk mendukung pemenuhan layanan dasar masyarakat. Dengan pendapatan yang lebih optimal, pemerintah daerah akan memiliki ruang fiskal yang lebih luas.
“Kalau pendapatan daerah meningkat, layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan bisa lebih terpenuhi, dan pembangunan infrastruktur bisa menjangkau kawasan yang lebih luas,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tanpa terobosan kebijakan dan pengelolaan yang lebih progresif, potensi besar Sungai Mahakam akan terus terbuang percuma. Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan kontribusi ekonomi Sungai Mahakam terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Mahakam punya potensi besar. Jika tidak ada gebrakan baru, penerimaannya akan tetap segitu-segitu saja,” pungkas Ananda.
DPRD Kaltim mendorong pemerintah provinsi untuk segera merumuskan langkah strategis agar Sungai Mahakam tidak hanya menjadi jalur aktivitas ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dan berkelanjutan bagi keuangan daerah serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.(W/ADV/SR)




