wartapedia.co.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait meninjau kembali mekanisme serta kriteria pemilihan Duta Budaya. Seruan ini muncul menyusul kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mantan Duta Budaya Berau.
“Ke depan, perangkat daerah yang menyelenggarakan kegiatan seperti ini harus jauh lebih selektif, baik dalam kriteria, asesmen, maupun aspek pendukung lainnya,” ujar Agusriansyah.
Ia menegaskan bahwa fokus utama bukan pada status atau gelar yang disandang pelaku, melainkan pada tindakan pelecehan itu sendiri. Menurutnya, perbuatan tersebut tidak dapat diterima dalam sudut pandang agama maupun norma sosial.
“Gelar itu bukan masalahnya. Pelecehan seksual jelas tidak bisa ditoleransi dalam nilai agama dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Agusriansyah juga menekankan pentingnya pendidikan moral sejak dini. Ia menilai peran keluarga sangat menentukan pembentukan karakter anak, mulai dari pola asuh, kedekatan emosional, hingga lingkungan pergaulan yang sehat. Selain itu, ia menegaskan penegakan hukum harus dilakukan tegas agar pelaku mendapatkan efek jera.
Evaluasi terhadap proses pemilihan Duta Budaya serta penguatan pendidikan karakter diharapkan mampu mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang. (W/ADV/SR)




