AdvertorialDPRD Kukar

DPRD Kukar Dorong Uji Laboratorium Independen Terkait Dugaan Pencemaran PT PHSS

wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Anggota Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Safruddin, mengungkapkan perkembangan investigasi dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menyusul kematian massal kerang dara di perairan Muara Badak dalam beberapa bulan terakhir.

Dia menyatakan bahwa DPRD Kukar telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menurunkan tim ahli, including profesor dari Universitas Mulawarman untuk mengambil sampel air dan biota laut.

“Pengambilan sampel sudah dilakukan empat hari lalu. Saya yakin penelitian ini akan independen dan tidak bisa diintervensi,” ujar Safruddin.

Ia menegaskan, hasil uji laboratorium tidak dapat dipercepat dalam waktu singkat dibutuhkan satu bulan untuk analisis komprehensif.

“Kita tinggal menunggu penguatan data dari laboratorium. Semoga prosesnya bisa dipercepat,” tambahnya.

Safruddin juga menyoroti dampak sosial-ekonomi bagi para pengumpul kerang dara. Banyak warga terpaksa menjual tambak, rumah, atau bahkan menggadaikan emas sebagai modal usaha, namun kini kehilangan mata pencaharian.

“Saya terus memberikan semangat, sekaligus mencarikan solusi. Dinas Sosial telah menyalurkan sembako dan perusahaan memberi tali asih Rp 2 juta per orang,” jelasnya.

Menurutnya, meski upaya himbauan telah dilakukan, butuh kepastian kompensasi dan rehabilitasi sumber penghasilan agar masyarakat tidak terjebak utang angsuran.

Safruddin mengapresiasi respon cepat KLHK yang langsung turun lapangan setelah laporan disampaikan, namun menekankan pentingnya transparansi hasil uji demi memulihkan kepercayaan warga dan memitigasi kerusakan ekosistem perairan.

“Hasil laboratorium akan menjadi dasar langkah selanjutnya, baik tindakan perbaikan lingkungan maupun kompensasi bagi warga terdampak,” pungkasnya. (W/ADV/JS)