wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – DPRD Kutai Kartanegara melanjutkan pembahasan tujuh rancangan peraturan daerah (raperda) pembentukan desa baru dalam Rapat Paripurna Ke-8 Masa Sidang III, dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap nota penjelasan pemerintah daerah, Senin (16/5/2025).
Adapun, ketujuh desa yang dimaksud meliputi Desa Sumber Rejo (Tenggarong Seberang), Sungai Payang Ilir (Loa Kulu), Tanjung Barukang (Anggana), Loa Duri Seberang (Loa Janan), Badak Makmur (Muara Badak), Jembayan Ilir (Loa Kulu), dan Kembang Janggut Ulu (Kembang Janggut).
Ahmad Yani Anggota DPRD Kukar dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa proses ini harus segera dilanjutkan dengan langkah konkret dari pemerintah daerah.
Menurutnya, jawaban dari pemerintah terhadap pandangan fraksi menjadi kunci sebelum masuk ke tahapan pembahasan teknis.
“Pandangan fraksi bukan sekadar formalitas. Pemerintah harus menjawab secara tuntas tujuan dan substansi dari masing-masing pertanyaan yang kami ajukan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa setelah respons resmi dari pemerintah diterima, maka perlu segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mempercepat proses pembahasan raperda menjadi perda.
Hal ini menurutnya penting, mengingat seluruh desa tersebut telah berstatus desa persiapan dan menunggu penetapan sebagai desa definitif.
“Harapan kita, ketujuh desa ini bisa segera definitif, karena keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Yani menambahkan, selain mempercepat pelayanan publik, pemekaran desa juga akan berdampak pada aspek fiskal, seperti pengalokasian Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Ia menilai, pentingnya kesiapan anggaran sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang.
Selain itu, dia menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif dimulai dari desa. Yani pun berharap, pemerintah segera merespon dan menginisiasi pembentukan pansus agar pembahasan raperda berjalan efektif dan tidak berlarut-larut.
“Maju mundurnya suatu daerah bergantung pada kemampuannya mengakomodir kebutuhan masyarakat di tingkat desa, termasuk desa-desa yang akan kita bentuk ini,” tandasnya. (W/ADV/JS)




