wartapedia.co.id, Penajam – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, menegaskan bahwa kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) PPU hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti, meskipun wilayah PPU menjadi salah satu daerah terdampak langsung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Ia menyebut peningkatan PAD tahun ini berjalan stagnan, tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Pernyataan Raup muncul saat pembahasan struktur pendapatan daerah untuk tahun anggaran mendatang. Menurutnya, berbagai upaya intensifikasi dan ekstensifikasi PAD memang dilakukan pemerintah daerah, tetapi sejauh ini belum menghasilkan terobosan signifikan.
“Untuk peningkatan PAD, ya sama saja seperti sebelumnya—tidak ada perubahan,” ujarnya.
Raup menilai pemerintah daerah masih dibatasi ruang geraknya karena sebagian besar sumber pendapatan di PPU belum tergarap secara optimal. Sektor-sektor yang berpotensi menghasilkan PAD seperti retribusi daerah, pengelolaan aset, dan kontribusi dari aktivitas ekonomi baru di kawasan penyangga IKN belum mampu memberikan tambahan signifikan.
Lebih jauh, ia menyoroti bahwa keberadaan IKN yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan bagi daerah sekitar justru belum memberikan dampak langsung bagi pendapatan PPU. Meski banyak aktivitas pembangunan terjadi di sekitar Kecamatan Sepaku, kontribusi penerimaan bagi daerah masih nihil.
“Dari Ibu Kota Negara (IKN) juga belum ada kontribusi PAD untuk PPU,” lanjutnya.
Menurut Raup, kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat. PPU menanggung beban sosial, mobilitas, serta tekanan infrastruktur akibat aktivitas pembangunan IKN, namun tidak memperoleh kompensasi fiskal yang setimpal.
Ia menilai wajar jika daerah meminta adanya skema pendanaan khusus, hibah, atau formulasi bagi hasil yang lebih adil agar PPU tidak terus menanggung beban tanpa dukungan finansial. (W/ADV/SR)




