wartapedia.co.id, Penajam – Kebutuhan akan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) baru di Penajam Paser Utara (PPU) dinilai semakin mendesak. Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, menyoroti bahwa lokasi TPS yang ada saat ini khususnya di Buluminung tidak akan mampu menampung kebutuhan jangka panjang jika pertumbuhan penduduk dan volume sampah terus meningkat.
Andi menilai pemerintah daerah harus mengambil langkah antisipatif dengan mempersiapkan TPS alternatif di beberapa titik strategis. Menurutnya, banyak daerah lain di Indonesia mengalami kesulitan besar dalam mencari lahan pembuangan sampah karena tidak merencanakan kebutuhan sejak awal, sehingga PPU perlu belajar dari pengalaman tersebut.
“TPS alternatif selain di Buluminung sangat diperlukan. Jumlah penduduk terus meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan pembangunan yang pesat terutama dipicu kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) akan berbanding lurus dengan meningkatnya produksi sampah. Jika infrastruktur pengelolaan sampah tidak diperluas, masalah lingkungan hanya tinggal menunggu waktu.
Andi menekankan bahwa banyak daerah akhirnya kesulitan menangani sampah karena tidak menyiapkan lahan sejak dini. Ketika kebutuhan sudah mendesak, lahan yang cocok biasanya sudah berubah fungsi atau harganya melonjak, membuat pembangunan TPS menjadi sulit atau memakan anggaran besar.
“Banyak daerah lain akhirnya tidak punya lahan untuk tempat pembuangan sampah karena tidak menyiapkan dari awal,” lanjutnya.
Menurutnya, PPU berada dalam posisi yang relatif lebih baik saat ini. Ketersediaan lahan masih cukup luas, terutama di wilayah-wilayah yang belum padat penduduk. Kondisi ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk menyiapkan titik-titik TPS baru sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengelolaan lingkungan.
“Di PPU masih banyak lahan, jadi perlu dipersiapkan jauh-jauh hari,” tandasnya. (W/ADV/SR)




