wartapedia.co.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menyoroti serius persoalan infrastruktur dasar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya terkait akses jalan yang masih berupa tanah serta terbatasnya distribusi air bersih. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kubar-Mahulu, Ekti menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman.
“Banyak jalan di Kubar dan Mahulu masih berupa tanah, yang rawan rusak parah saat musim hujan,” ujar Ekti.
Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan yang buruk tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Bahkan, kendaraan ambulans dan tenaga medis sering kesulitan menjangkau sejumlah lokasi, terutama saat cuaca ekstrem.
Selain jalan, Ekti juga menyoroti minimnya akses air bersih di Mahulu. Menurutnya, keterpencilan wilayah serta kontur geografis yang didominasi pegunungan menjadi tantangan dalam pengembangan jaringan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kami sangat berharap agar jaringan distribusi air bersih diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil. Ini kebutuhan dasar yang tak boleh diabaikan,” tegasnya.
Ekti menilai DPRD memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya bagi daerah-daerah yang selama ini tertinggal dalam penyediaan infrastruktur dasar. Oleh karena itu, ia berjanji akan terus mengawal isu ini dalam setiap pembahasan anggaran dan program strategis daerah.
“Ini bukan sekadar janji politik. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Kubar dan Mahulu,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Ekti optimistis bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan air bersih bisa dipercepat dan menjadi agenda prioritas dalam waktu dekat. (W/ADV/SR)




