wartapedia.co.id, SAMARINDA – Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Timur kembali menegaskan perlunya pendekatan pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Dalam pandangan umum terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Golkar menekankan urgensi penguatan kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana yang makin kompleks.
Juru bicara Fraksi Golkar, Syarifatul Sya’diah, mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur kini dihadapkan pada beragam ancaman akibat pemanasan global dan degradasi lingkungan, mulai dari banjir, kekeringan, tanah longsor, abrasi pantai, hingga kebakaran hutan dan permukiman.
“Kita tidak bisa lagi menunda komitmen terhadap pembangunan yang sadar iklim. Risiko bencana di Kaltim kian nyata dan kompleks, ini harus dijawab dengan kebijakan konkret,” tegasnya, Rabu (11/6/2025).
Meski begitu, Fraksi Golkar mengapresiasi capaian positif yang ditunjukkan lewat tren penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB). Data menunjukkan IRB Kaltim turun dari 154,02 pada tahun 2020 menjadi 136,11 pada 2024.
Penurunan ini, kata Syarifatul, mencerminkan peningkatan kapasitas penanggulangan bencana, mulai dari implementasi tata ruang berbasis mitigasi, pengendalian alih fungsi lahan, hingga rehabilitasi lingkungan.
“Kita patut menghargai upaya kolektif ini. Tapi keberhasilan sementara bukan alasan untuk longgar. Komitmen harus tetap dijaga agar risiko bencana tak kembali meningkat,” imbuhnya.
Fraksi Golkar mendesak agar seluruh kebijakan pembangunan ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ekologis dan kesiapsiagaan bencana dalam setiap program prioritas.
“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kaltim benar-benar menempatkan aspek lingkungan dan ketahanan iklim sebagai pondasi utama dalam RPJMD. Ini soal keberlangsungan hidup generasi berikutnya,” tutupnya. (W/ADV/SR)




