AdvertorialDPRD Kukar

Jalan Poros Pendingin Longsor, DPRD Kukar Desak Perusahaan Bertanggung Jawab

wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Jalan poros Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga kembali mengalami putus akibat longsor, yang memicu kelumpuhan aktivitas warga, distribusi logistik, hingga menghambat akses pendidikan.

Kejadian ini, mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Kukar Dapil III, Rahmat Dermawan yang mendesak pihak perusahaan tambang di sekitar lokasi untuk bertanggung jawab.

Menurut dia, kerusakan jalan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh cuaca atau faktor alam, melainkan merupakan dampak dari aktivitas pertambangan yang terlalu dekat dengan badan jalan.

“Kalau mereka menyalahkan hujan, hujan itu terjadi di mana-mana. Tapi kalau tidak ada penggalian di dekat situ, jalan itu tidak mungkin longsor. Ada sebab-akibat yang jelas,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan, jalan yang rusak tersebut sebenarnya merupakan jalan relokasi karena sebelumnya digeser akibat penggalian tambang. Artinya, kondisi tanah sudah tidak stabil sejak awal dan semakin rawan saat musim hujan.

“Jalan itu bukan jalur utama awalnya, tapi dipindah dua sampai tiga kali karena aktivitas tambang. Dan karena tanahnya labil, akhirnya longsor,” tambahnya.

Ia menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak kooperatif. Meski telah dilakukan dua kali mediasi, perbaikan hanya bersifat sementara dan belum ada langkah konkret seperti pembangunan permanen atau semenisasi yang sebelumnya sempat dilakukan oleh pemerintah.

Dia mengungkapkan, tak hanya berdampak pada transportasi, jalan yang putus juga memutus saluran pipa PDAM, sehingga distribusi air bersih ke masyarakat terganggu. Warga juga kesulitan mengakses kebutuhan pokok hingga pendidikan.

“Dampaknya besar. Ini bukan hanya jalan putus lalu selesai. Ini menyangkut air, logistik, keselamatan pelajar, dan aktivitas ekonomi warga,” katanya.

Rahmat menegaskan, DPRD Kukar akan terus mengawal persoalan ini dan mendesak perusahaan tambang agar bertanggung jawab penuh, termasuk melakukan perbaikan total dan pemulihan infrastruktur.

“Saya siap hadir dalam mediasi selanjutnya. Kalau perlu diuji secara teknis, kami yakin bisa dibuktikan bahwa ini bukan semata-mata karena alam, tapi akibat dari aktivitas tambang itu sendiri,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pekerjaan Umum juga sudah turun tangan dan menyiapkan perbaikan di beberapa titik, mengingat sebelumnya sempat ada anggaran dari pemerintah daerah untuk pembangunan jalan di kawasan tersebut. (W/ADV/JS)