wartapedia.co.id, PENAJAM – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, mengajak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU untuk membuka sekolah inklusi.
Syahrudin menjelaskan bahwa saat ini PPU hanya memiliki satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, sehingga akses pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) terbatas.
“Kami mendorong sekolah inklusi dibuka agar anak berkebutuhan khusus lebih mudah mengakses pendidikan,” kata Syahrudin.
Menurutnya, sekolah inklusi penting karena akan mendekatkan layanan pendidikan bagi ABK di setiap kecamatan, sehingga mereka tidak harus menempuh pendidikan di SLB yang letaknya jauh.
“SLB di PPU hanya ada satu, jadi perlu dibuka sekolah inklusi agar anak berkebutuhan khusus di setiap kecamatan bisa mendapatkan akses pendidikan. Jadi tidak mesti harus sekolah di SLB,” terangnya.
Sekolah inklusi akan memungkinkan pembauran antara siswa umum dan ABK seperti tunanetra, tunawicara, tunadaksa, dan autis ringan, yang memiliki IQ normal. Ini akan membantu meningkatkan kepercayaan diri ABK.
“Mereka ini tidak mesti harus sekolah di SLB, karena IQ mereka normal seperti anak pada umumnya,” tambahnya.
Syahrudin juga menekankan bahwa sekolah inklusi dapat menjadi cara untuk meningkatkan pelayanan pendidikan bagi ABK, mencerminkan langkah-langkah yang sudah diambil oleh beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Kita perlu mendekatkan pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus melalui program sekolah inklusi,” terangnya.
Syahrudin menegaskan, pemerintah daerah bisa merekrut guru khusus untuk ABK demi mendukung program ini.
“Mengenai kebutuhan guru anak berkebutuhan khusus, itu bisa direkrut nantinya oleh pemerintah daerah,” tandasnya. (W/Adv/I)




