wartapedia.co.id, SAMARINDA – Ribuan petani dan nelayan dari berbagai penjuru Kalimantan Timur membanjiri kawasan Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat, dalam gelaran Pekan Daerah (PEDA) XI Petani Nelayan. Lebih dari sekadar acara seremonial, PEDA tahun ini menjadi titik tolak kebangkitan semangat kedaulatan pangan berbasis wilayah.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah. Ia hadir bersama Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud serta anggota Yonavia dalam pembukaan kegiatan yang diikuti lebih dari 1.700 peserta, Sabtu (21/6/2025) lalu.
“PEDA ini bukan cuma pertemuan tahunan, tapi ruang konsolidasi petani dan nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan,” ujar Ekti, Kamis (26/6/2025).
Rangkaian acara PEDA XI mencakup penandatanganan prasasti, peninjauan lokasi tanam, hingga panen raya bersama. Semua aktivitas tersebut mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan secara konkret.
Menurut Ekti, Kutai Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lumbung pangan, terutama dalam mendukung kebutuhan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menyebut kolaborasi antarpemangku kepentingan sebagai kunci keberhasilan.
“Pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat harus jalan bersama. Hanya dengan kolaborasi, pangan kita bisa mandiri,” tegasnya.
DPRD Kalimantan Timur, lanjut Ekti, siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program berbasis kearifan lokal dan teknologi tepat guna. PEDA juga diharapkan tidak berhenti sebagai ajang seremonial, tetapi mampu memberi dampak riil hingga ke sawah, tambak, dan pasar.
“Kedaulatan pangan itu dibangun oleh kerja nyata petani dan nelayan, bukan hanya oleh kebijakan. PEDA adalah panggung semangat, tapi panggung sebenarnya ada di lapangan,” pungkasnya. (W/ADV/SR).




