wartapedia.co.id, PENAJAM – Kondisi infrastruktur yang tertinggal di Kelurahan Lawe-Lawe menjadi pusat perhatian Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syarifudin HR. Dalam pandangannya, pemerintah eksekutif memiliki tanggung jawab untuk mengutamakan kelurahan-kelurahan yang membutuhkan perbaikan infrastruktur.
“Kelurahan yang memang terbelakang dalam hal infrastruktur harus menjadi prioritas utama,” tegas Syarifudin HR.
Dia memberikan contoh situasi di Kecamatan Penajam, khususnya di Lawe-Lawe, yang berlokasi dekat dengan kantor pemerintahan. Namun, perhatian dari pemerintah terhadap kelurahan tersebut dianggap sangat minim.
“Jalanan di Lawe-Lawe, di luar jalan utama atau poros, sangatlah terbatas. Jika dibandingkan dengan desa-desa lain di PPU, mayoritas jalannya sudah menggunakan beton rigid. Padahal, Lawe-Lawe memiliki sumur gas yang berkontribusi pada APBD daerah,” terangnya.
Syarifudin HR menegaskan bahwa meskipun Lawe-Lawe memberikan sumbangan kepada negara melalui sumur gas, pemerintah belum memberikan perhatian yang memadai pada kelurahan tersebut.
“Mereka berkontribusi bagi negara, tetapi negara belum memberikan dukungan yang pantas bagi Lawe-Lawe. Oleh karena itu, kelurahan tersebut butuh perhatian yang lebih serius,” tambahnya.
Sebagai perwakilan rakyat, Syarifudin HR menyoroti hal ini sebagai bagian dari advokasi untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Lawe-Lawe dalam mendapatkan infrastruktur yang memadai. (W/Adv/I)




