wartapedia.co.id, Tenggarong – Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat patroli di sejumlah kedai kopi dan kafe yang beroperasi hingga 24 jam, menyusul temuan puluhan pelajar berada di tempat nongkrong saat jam sekolah.
Pengecekan kembali dilakukan pada Rabu (30/9/2026). Salah satu lokasi yang disambangi yakni Kafe Selkop di Jalan KH Akhmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Tenggarong.
Dalam pengecekan tersebut, petugas tidak menemukan pelajar. Pengunjung yang berada di lokasi merupakan pelanggan umum, di antaranya mahasiswa dan masyarakat yang bekerja.
Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kukar, Rasidi, mengatakan patroli tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan sebelumnya. Petugas kembali menyisir sejumlah kedai kopi untuk memastikan pelajar tidak berada di tempat tersebut selama jam sekolah.
“Menindaklanjuti kejadian kemarin, kami dari Satpol PP melakukan pengecekan ulang. Ada beberapa tempat kopi atau kedai kopi yang kami sisir untuk memastikan tidak ada lagi anak sekolah yang berada di tempat tersebut pada jam sekolah,” ujar Rasidi.
Ia mengatakan patroli akan dilakukan secara rutin, dengan perhatian utama pada siang hari ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Satpol PP akan selalu merutinkan patroli dan pemantauan di setiap tempat atau kedai kopi yang beroperasi sampai 24 jam. Mungkin yang lebih kami utamakan adalah pada siang hari, di jam sekolah, karena fokus kami adalah memastikan anak-anak sekolah tidak berada di tempat tersebut,” katanya.
Menurut Rasidi, penertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pelaku usaha juga diajak berperan mencegah pelajar berada di tempat usaha saat jam sekolah.
Satpol PP Kukar akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk bidang perdagangan dan Dinas Pendidikan Kukar, untuk memperkuat imbauan kepada pemilik dan pengelola usaha.
“Nanti kami koordinasikan dengan bagian ekonomi, mungkin dengan bidang perdagangan, dan juga kami komunikasikan dengan Dinas Pendidikan. Ada juga SMP dan SMA. Kami akan informasikan dan koordinasikan, siapa tahu nanti bisa dibuatkan edaran resmi dari pemerintah kepada tempat-tempat usaha agar tidak menerima anak sekolah pada jam sekolah,” jelasnya.
Rasidi juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua. Menurutnya, pencegahan pelajar bolos tidak cukup hanya dilakukan oleh sekolah dan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga.
“Kami mengimbau kepada orang tua agar tetap selalu memantau anak-anaknya. Baik aktivitas di luar sekolah maupun di sekolah, tetap harus dipantau orang tua,” tuturnya.
“Jangan sampai anak meminta izin ke sekolah, tetapi tujuannya justru ke tempat lain,” sambungnya.
Sebelumnya, pada Senin (28/9/2026), Satpol PP Kukar melakukan razia berdasarkan laporan masyarakat terkait aktivitas pelajar yang diduga bolos di sejumlah kafe. Dalam operasi tersebut, 23 pelajar tingkat SMP hingga SMA terjaring dan kemudian dikembalikan kepada pihak sekolah serta orang tua.
Salah satu pelaku usaha kafe di Tenggarong, Selkop, turut mendukung operasi tersebut. Manajemen Selkop sebelumnya menyampaikan keresahan terkait adanya aktivitas pelajar bolos serta keluhan dari pelanggan kepada Satpol PP Kukar.
Perwakilan Manajemen Selkop, Husnul Khotimah, menyambut baik patroli yang dilakukan Satpol PP Kukar. Menurutnya, pengawasan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pelajar.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas tindak lanjut dari Satpol PP Kukar melalui patroli dan tindak lanjutnya ini,” kata Husnul.
Ia menilai kolaborasi antara pelaku usaha dan Satpol PP penting untuk mengurangi potensi kenakalan remaja maupun aktivitas menyimpang yang melibatkan anak usia sekolah.
“Memang kegiatan dari rekan-rekan Satpol PP Kukar ini merupakan kegiatan yang kami dukung, bahkan bisa dibilang menjadi kolaborasi positif antara Selkop selaku coffeeshop lokal dengan pelaksana lapangan yang saat ini adalah Satpol PP,” ujarnya.
Husnul berharap pengawasan bersama dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan pelajar di Tenggarong.
“Melalui kolaborasi ini tentu kami berharap temuan-temuan kegiatan yang menyimpang hingga kenakalan remaja semakin berkurang demi meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak dan adik-adik kita yang masih di bangku sekolah,” pungkasnya. (W/ADV/S)








