wartapedia.co.id, PPU – Gagasan untuk mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi kembali mengemuka di Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, menawarkan solusi digital dan berbasis perbankan daerah untuk memangkas birokrasi dan mempercepat distribusi.
Menurutnya, pendekatan teknologi harus menjadi prioritas dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Salah satu terobosan yang ia usulkan adalah dengan menyematkan sistem pembayaran digital berbasis QRIS langsung di kios-kios pupuk.
“Kita mau, langsung dibuatkan di kios-kios menggunakan Qris, tinggal di tempel di kios pupuk itu dan langsung bisa berbelanja,” ujarnya.
Bukan hanya sekadar alat bayar, gagasan tersebut juga disertai dengan skema pendanaan yang memberi napas lega bagi petani. Dalam proposalnya, Syahrudin mengusulkan agar Bank Kaltimtara bisa menyediakan dana talangan di awal musim tanam yang nantinya akan dikembalikan setelah panen.
“Kami juga meminta agar Bank Kaltim itu memberikan dana awalnya di situ, nanti setelah panen baru dikembalikan,” lanjutnya.
Usulan tersebut, menurut Syahrudin, bukan sekadar ide di atas kertas. Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada pimpinan Bank Kaltimtara dan mendapatkan sinyal positif atas kemungkinan realisasinya. Tantangan berikutnya kini berada di tangan pemerintah daerah.
“Itu yang sudah saya bicarakan dengan pimpinan Bank Kaltimtara dan mereka setuju, tinggal pemerintah daerah nanti kebijakannya mau seperti apa, kami di DPRD ini kan selalu memberikan masukan,” katanya.
Konsep ini, bila dijalankan, akan memperpendek rantai distribusi pupuk yang selama ini dikenal berbelit. Petani tidak perlu lagi mengantri di bank untuk menyetor saldo kartu tani. Cukup dengan memindai QRIS di kios pupuk, transaksi bisa dilakukan secara langsung dan praktis. (W/ADV/S)




