AdvertorialDPRD KALTIM

Tak Sekadar Infrastruktur: Fraksi PDI Perjuangan Dorong RPJMD Kaltim Lebih Manusiawi

wartapedia.co.id, SAMARINDA – Di tengah pembahasan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025–2029, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa arah pembangunan lima tahun ke depan harus lebih dari sekadar deret angka dan proyek fisik.

Dalam rapat paripurna DPRD Kaltim yang digelar Senin (2/6/2025), Fraksi PDI Perjuangan menekankan pentingnya memasukkan indikator-indikator sosial yang selama ini kerap luput dari prioritas. Bukan hanya infrastruktur dan ekonomi yang jadi perhatian, tetapi juga kualitas hidup manusia secara utuh.

“Pembangunan harus menyentuh rasa, bukan hanya rupa,” tegas Hartono Basuki, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan saat menyampaikan pandangan fraksinya.

Menurut Hartono, RPJMD sebagai dokumen strategis daerah harus mencerminkan nilai-nilai yang membentuk masyarakat berdaya dan seimbang. Ia menyoroti perlunya indikator non-ekonomi seperti kesetaraan gender, risiko bencana, ketimpangan wilayah, hingga indeks kebahagiaan masuk ke dalam dokumen perencanaan.

“Kalau kita hanya bicara pertumbuhan ekonomi, kita bisa tertipu oleh angka. Tapi kalau kita bicara ketimpangan sosial, itu bicara soal rasa keadilan di masyarakat,” katanya.

Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar visi pembangunan Kaltim tak hanya diarahkan pada kemajuan fisik semata, melainkan juga diarahkan pada penguatan modal sosial: kepercayaan, gotong royong, ketangguhan masyarakat, serta harmoni antarwilayah.

Hartono menyebut, indikator seperti indeks kesalehan sosial dan indeks kebahagiaan punya posisi strategis dalam mengukur kualitas kehidupan warga, terutama di tengah perubahan besar yang akan terjadi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kalimantan.

“Kalau kita bicara soal generasi emas 2045, kita harus pastikan bukan hanya cerdas secara teknologi, tapi juga tangguh secara sosial dan adil secara ekonomi,” ucapnya.

Fraksi PDI Perjuangan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal penyusunan RPJMD agar lebih inklusif dan menyentuh aspek-aspek kemanusiaan. Mereka juga siap memberikan masukan lebih lanjut dalam pembahasan teknis ke depan.

“RPJMD ini bukan hanya kertas perencanaan, tapi cermin arah hidup warga Kalimantan Timur ke depan. Kami ingin dokumen ini punya jiwa, bukan sekadar program dan target,” tutup Hartono. (W/ADV/SR).