wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Taufik Ridianur menghadiri Dialog Kepemudaan yang digelar Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kukar di Gedung KNPI, Tenggarong pada Sabtu (23/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Politikus PDI Perjuangan tersebut, menyampaikan pentingnya peran pemuda sebagai garda terdepan dalam pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, luas wilayah Kukar yang mencapai 27.263,10 km² yang dibagi dalam 20 kecamatan dan 225 desa/kelurahan membuat tantangan pembangunan menjadi sangat kompleks. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin mampu bekerja maksimal jika bergerak sendiri.
“Siapa yang bisa membantu ini? Ya kawan-kawan pemuda. Senang tidak senang, pemuda ini adalah aset Kukar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Taufik menekankan, 10 hingga 20 tahun ke depan arah pembangunan Kukar ditentukan oleh kualitas pemuda hari ini. Ia mendorong generasi muda untuk tidak takut bersaing dan berani mengasah potensi diri.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kukar, dia menilai sumber daya manusia, khususnya pemuda, harus ditingkatkan agar tidak tertinggal.
“Kita lebih kaya daripada daerah lain dalam hal sumber daya alam. Tetapi kalau sumber daya manusianya, kalau pemudanya tidak bagus saat ini, jangan heran kalau ke depan kita hanya jadi penonton. Persaingan akan semakin ketat,” ujarnya.
Politikus muda ini juga menyinggung soal dinamika sosial di Kukar yang dihuni berbagai latar belakang suku bangsa. Ia menegaskan bahwa keberagaman tersebut harus dipandang sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Kita jangan marah orang Jawa masuk Kukar, Bugis masuk Kukar. Mereka bagian dari warga negara Indonesia. Jadi kita harus mempersiapkan diri untuk membentengi diri dalam bersaing secara positif,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD Kukar membuka ruang diskusi bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi serta kepentingannya. Meski DPRD memiliki keterbatasan dalam hal anggaran, pihaknya berkomitmen untuk menyuarakan kebutuhan pemuda ke pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti.
“Kami dari DPR memang terbatas soal anggaran, tapi ruang diskusi ini terbuka. Aspirasi pemuda akan kami dorong lagi ke kawan-kawan eksekutif supaya kepentingan pemuda bisa terpenuhi,” tutupnya. (W/ADV/JS)




