wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 kembali menjadi perhatian masyarakat. Setiap memasuki masa penerimaan peserta didik baru, sejumlah sekolah favorit di Kota Balikpapan hampir selalu dibanjiri pendaftar, sementara beberapa sekolah lainnya masih memiliki daya tampung yang cukup besar.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan yang harus diantisipasi pemerintah daerah agar proses penerimaan siswa baru berjalan lancar, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj Yusdiana, mengatakan pelaksanaan SPMB tidak hanya berbicara tentang proses seleksi siswa, tetapi juga menyangkut pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Karena itu, seluruh tahapan penerimaan harus dilaksanakan secara terbuka dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, transparansi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB. Orang tua dan calon peserta didik harus mendapatkan informasi yang jelas terkait mekanisme pendaftaran, kuota penerimaan, hingga jalur-jalur yang tersedia.
“SPMB ini selalu menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Karena itu, prosesnya harus berjalan transparan, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik,” ujar Yusdiana saat dihubungi media ini, Rabu (3/6/2026).
Ia menilai salah satu persoalan yang masih sering muncul setiap tahun adalah tingginya konsentrasi pendaftar di beberapa sekolah yang dianggap unggulan. Akibatnya, terjadi persaingan yang cukup ketat pada sekolah tertentu, sementara sekolah lain belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut Yusdiana, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari persepsi masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang dianggap belum merata di seluruh sekolah negeri. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus melakukan pembenahan agar seluruh sekolah memiliki kualitas layanan pendidikan yang setara.
“Kalau kualitas seluruh sekolah semakin merata, masyarakat tidak akan hanya berfokus pada beberapa sekolah favorit saja. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar semua sekolah memiliki kualitas yang baik dan dipercaya masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Yusdiana menilai pemerataan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penyediaan fasilitas belajar yang memadai, hingga penguatan program pendidikan di masing-masing sekolah.
Dengan langkah tersebut, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan sekolah berkualitas tanpa harus berfokus pada sekolah-sekolah tertentu yang selama ini menjadi favorit.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa perkembangan Kota Balikpapan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) turut berdampak pada peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap kebutuhan layanan pendidikan di masa mendatang.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan perencanaan yang matang terkait daya tampung sekolah, pembangunan ruang kelas baru, hingga penambahan fasilitas pendidikan agar mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk usia sekolah.
“Pertumbuhan penduduk harus diikuti dengan kesiapan sarana pendidikan. Jangan sampai jumlah siswa terus bertambah tetapi kapasitas sekolah tidak berkembang,” ujarnya.
Yusdiana juga mengimbau masyarakat untuk memahami seluruh jalur penerimaan yang telah ditetapkan dalam SPMB. Dengan memahami aturan dan persyaratan sejak awal, orang tua dapat menentukan pilihan sekolah yang sesuai dengan domisili maupun kebutuhan anak.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar melalui media sosial. Jika terdapat kendala selama proses pendaftaran, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak sekolah atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan agar mendapatkan informasi yang benar.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk orang tua dan masyarakat.
DPRD Kota Balikpapan, lanjut Yusdiana, akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan mengedepankan kepentingan peserta didik.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh anak-anak Balikpapan mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dan berkualitas. Kami di DPRD akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan, transparan, dan benar-benar mengutamakan kepentingan peserta didik,” tutup Yusdiana. (W/ADV/SR)




