AdvertorialDispora Kaltim

Dispora Kaltim Bekali Atlet dengan Pelatihan Kewirausahaan untuk Kemandirian Ekonomi

wartapedia.co.id, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus berinovasi dalam mengembangkan potensi atlet, tak hanya dari sisi prestasi olahraga tetapi juga kemandirian ekonomi. Melalui program pelatihan kewirausahaan, Dispora Kaltim ingin mencetak atlet yang tidak hanya tangguh di arena pertandingan, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri dan menjadi pelaku ekonomi kreatif.

Pelatihan ini telah dilaksanakan pada 19–21 Februari 2025, dengan melibatkan 20 peserta dari berbagai daerah, yakni Samarinda, Bontang, dan Kutai Timur. Mereka merupakan atlet terpilih yang telah menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti kegiatan pengembangan diri di luar kompetisi olahraga.

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kusuma, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk mencetak patriot olahraga yang juga berdaya saing secara ekonomi.

” Kita ingin para atlet ini tidak hanya berprestasi, tapi juga siap secara ekonomi. Mereka bisa menjadi patriot olahraga yang berdaya saing di bidang wirausaha,” ujarnya. Senin (30/06/2025)

Materi pelatihan mencakup pengenalan dasar-dasar kewirausahaan, perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga potensi usaha yang relevan dengan dunia olahraga, seperti toko perlengkapan olahraga, jasa pelatihan privat, dan penyelenggaraan event olahraga komunitas.

Agus juga menekankan pentingnya membekali atlet dengan keterampilan non-teknis sebagai bekal setelah masa aktif bertanding. Menurutnya, karier sebagai atlet memiliki batas waktu, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki alternatif penghidupan yang stabil dan berkelanjutan.

“Kita mulai dengan pembekalan seperti ini, tapi target jangka panjangnya adalah menciptakan atlet yang juga sukses sebagai pelaku usaha olahraga,” jelas Agus.

Dispora Kaltim berkomitmen untuk menjadikan pelatihan ini sebagai program berkelanjutan yang akan diperluas ke kabupaten/kota lain. Selain memberikan pengetahuan, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam menyusun rencana bisnis sederhana agar ilmu yang didapat langsung bisa diimplementasikan.

Program ini diharapkan dapat menciptakan gelombang baru sportpreneur muda di Kalimantan Timur, serta memperkuat kontribusi sektor olahraga terhadap pembangunan ekonomi daerah. (W/ADV/Ra)