Pemkot SamarindaSamarinda

Potensi Zakat di Samarinda Capai Rp180 Miliar, BAZNAS Dorong Edukasi dan Kolaborasi

wartapedia.co.id , SAMARINDA – Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Samarinda, Ahmad Syahrir Idris, menyebutkan bahwa potensi zakat di Kota Samarinda diperkirakan mencapai Rp180 miliar. Namun, untuk merealisasikan potensi besar ini, diperlukan upaya edukasi yang intensif kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemangku kepentingan, masyarakat, serta perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan dan niaga.

“Kolaborasi yang lebih kuat masih sangat dibutuhkan agar potensi zakat ini dapat dimaksimalkan secara optimal,” kata Syahrir, Rabu (26/3/2025).

Meskipun memiliki potensi yang besar, hingga kini BAZNAS Samarinda masih berjuang untuk mencapai target tahunan pengumpulan zakat sebesar Rp12 miliar. Progres pencapaian target tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar zakat masih perlu ditingkatkan,” lanjutnya.

Untuk mendorong pencapaian target, BAZNAS Samarinda menggelar kegiatan bertajuk “Gebyar Samarinda Berzakat”, yang diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar zakat.

Syahrir juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang terus mendukung pelaksanaan program “Samarinda Berzakat” setiap tahunnya, terutama selama bulan Ramadan. Program ini dirancang untuk menyalurkan zakat dan infak kepada para mustahik di wilayah Samarinda.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemkot Samarinda, yang membuat program ini dapat berjalan lancar setiap tahunnya,” tambahnya.

Meskipun jumlah zakat yang terkumpul masih jauh dari target, manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat. Bantuan telah disalurkan ke berbagai wilayah, terutama untuk warga pesisir dan kelurahan yang tergolong miskin berdasarkan rekomendasi data yang tersedia.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan kesadaran, BAZNAS Samarinda gencar menyebarluaskan informasi mengenai zakat dan infak melalui berbagai media, termasuk media sosial dan pemasangan baliho di lokasi strategis.

“Dengan memanfaatkan media sosial dan publikasi yang lebih luas, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya berzakat,” tutupnya.