AdvertorialDPRD Samarinda

Sani Bin Husain Ingatkan Prosedur Ketat Uji Coba Vaksin TBC di Samarinda

wartapedia.co.id, SAMARINDA – Rencana uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) di Indonesia mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain.

Ia menekankan pentingnya penerapan prosedur yang ketat dan menjunjung tinggi prinsip keselamatan serta etika dalam proses uji coba tersebut.

“Saya tidak ingin warga Samarinda jadi bahan uji coba vaksin jika tidak lengkap tiga syarat utama,” tegas Sani.

Menurutnya, sebelum uji coba dilakukan, pihak terkait harus memastikan seluruh risiko telah dipetakan dengan baik, serta memiliki rencana penanganan jika terjadi efek samping.

“Harus dipetakan dulu efek samping dan risikonya, dan harus jelas penanganannya. Prosedur ini harus betul-betul aman dan tersampaikan jelas ke peserta uji,” jelasnya.

Sani juga menegaskan bahwa pihak penyelenggara harus siap bertanggung jawab sepenuhnya jika muncul dampak negatif terhadap kesehatan peserta.

“Pihak terkait harus siap bertanggung jawab penuh jika terjadi hal di luar kendali atau risiko kesehatan,” tambahnya.

Ia pun menolak keras jika uji coba dilakukan secara paksa, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang tidak bersedia.

“Uji coba tidak boleh dipaksakan pada anak-anak, orang tua, dan warga yang tidak bersedia mengikuti uji ini. Jadi tidak boleh ada paksaan dalam bentuk apa pun,” tegas Sani.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu lokasi pengembangan vaksin TBC yang ditargetkan untuk digunakan secara global.

Sebagai informasi, menurut data Kementerian Kesehatan RI, kasus TBC di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Pada 2023, tercatat 809.000 kasus TBC, naik dari 724.000 kasus pada 2022. (ADV/Rangga)