wartapedia.co.id, SAMARINDA – Dugaan adanya aktivitas tambang ilegal yang ada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang dikelola Fakultas Kehutanan Unmul masih menjadi perhatian bagi Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.
Ia menegaskan bahwa selain merusak lingkungan dan mencederai pendidikan. KHDTK ini memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi dan menjadikan perannya sangat penting di kota Samarinda. Hal ini karena terdapat habitat berbagai jenis flora serta fauna endemik Kalimantan.
Jika benar terjadi penambangan tanpa izin di area tersebut, dampak lingkungannya menurut Sarkowi sangat signifikan mulai dari degradasi tutupan lahan, pencemaran air tanah, hingga punahnya habitat satwa liar.
Sarkowi mengatakan bahwa permasalahan ini bukan hanya tentang pencemaran lingkungan saja, tetapi juga tentang masa depan generasi. Mengingat, Hutan pendidikan adalah aset ekologi, akademik, dan sosial yang tidak bisa ditukar dengan nilai ekonomis jangka pendek.
“Sayangnya sampai kini pelakunya belum ditemukan dan tidak ada langkah hukum signifikan yang mampu memberikan efek jera bagi para pelaku,” paparnya.
Baginya, penegakan hukum itu penting, tapi yang lebih penting adalah pencegahan dan edukasi serta harus bisa memberikan pemahaman bahwa kawasan hutan itu bukan tempat eksploitasi. (W/ADV/SR).




