wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, H Yono Suherman, menyampaikan penyesuaian terhadap APBD Perubahan 2026 perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Pemerintah bersama DPRD akan memprioritaskan program yang dinilai benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Karena itu, APBD Perubahan 2026 ini terpaksa dilakukan penyesuaian,” ujar Yono, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, penyesuaian anggaran tersebut membuat pemerintah dan DPRD harus lebih selektif dalam menentukan program yang akan dijalankan. Kegiatan yang tidak menjadi prioritas perlu disesuaikan agar anggaran dapat digunakan secara optimal.
“Fokus kami adalah kegiatan yang betul-betul prioritas. Jangan sampai anggaran yang tersedia justru tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain membahas APBD Perubahan 2026, Yono juga menyinggung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan untuk 2027. Ia menyebut target PAD tahun depan kemungkinan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun berjalan.
“Jadi, target PAD tahun 2027 kemungkinan tetap sama dengan tahun ini,” ungkapnya.
Yono turut menyoroti persoalan pemungutan pajak restoran yang masih dikeluhkan sejumlah masyarakat. Ia menyebut terdapat warga yang mempertanyakan pencatatan pembayaran pajak ketika melakukan transaksi di restoran.
“Banyak warga mengeluhkan bahwa mereka telah membayar pajak restoran sebesar 10 persen saat bertransaksi makan dan minum, namun tagihan atau bill yang diterima diduga tidak tercatat dalam sistem penerimaan pajak resmi daerah,” paparnya.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian agar sistem pemungutan dan pencatatan pajak daerah berjalan secara transparan serta dapat memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
Di sisi lain, Yono berharap koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait kondisi fiskal dapat segera menghasilkan solusi. “Mudah-mudahan wacana gubernur menghadap Menteri Keuangan bisa direalisasikan secepatnya,” tutup Yono. (W/ADV/SR)




