wartapedia.co.id, PPU – Rencana pembangunan pelabuhan baru di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) terus menjadi perhatian DPRD. Bagi Anggota Komisi III DPRD PPU, Jhon Kenedy, pelabuhan bukan hanya persoalan infrastruktur fisik, tapi mencakup strategi jangka panjang untuk membangun ikon daerah yang mendatangkan manfaat luas.
Dalam pandangannya, pembangunan pelabuhan harus dirancang secara komprehensif, mulai dari ketersediaan lahan parkir hingga konektivitas antarwilayah.
“Jadi memang kalau mau membangun pelabuhan yang baru, dampak dari pembangunan itu juga harus maksimal. Jadi areal parkir harus ada, akses jalan harus enak, harus bagus,” ujar Jhon.
Ia menegaskan bahwa pelabuhan tidak cukup hanya berdiri sebagai proyek seremonial atau simbolik. Harus ada visi jangka panjang yang menyertai setiap keputusan pembangunan.
“Karena kalau berpikir membangun itu bukan hanya setahun sampai lima tahun. Kita harus berpikir panjang, selama 50 tahun ini bagaimana agar pelabuhan ini bisa menjadi ikonnya daerah,” kata dia.
Menurutnya, pelabuhan yang dirancang dengan baik akan memberi dampak berantai terhadap banyak sektor. Tidak hanya sebagai gerbang logistik, tetapi juga mampu memicu pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), hingga potensi wisata.
“Mulai dari sektor ekonominya, PAD, orang masuk ke sini bisa berwisata juga,” tambah Jhon.
Ia menilai posisi PPU yang strategis sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan momentum untuk memastikan bahwa proyek pelabuhan baru bukan sekadar infrastruktur, tapi bagian dari identitas dan daya saing wilayah.
Dalam konteks itu, aspek desain, tata ruang, pengelolaan kawasan, dan pelayanan publik harus dirancang sedini mungkin secara terpadu. (W/ADV/S)





