DPRD PPU

Komisi III DPRD Minta DLH Terapkan Sistem Efisien Angkut Sampah

wartapedia.co.id, PPU – Sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendapat sorotan dari legislatif. Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar, menilai bahwa sistem pengangkutan sampah yang diterapkan saat ini masih belum efisien, terutama jika hanya mengandalkan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menjangkau seluruh kawasan permukiman.

Ia menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih sederhana namun efektif dalam menyikapi keterbatasan armada dan personel. Salah satu pola yang menurutnya patut dicontoh adalah sistem drop point seperti yang diterapkan di Giri Mukti.

“Jadi, dalam satu minggu ya dari Senin sampai Sabtu kecuali hari Minggu dan ketika itu diangkut oleh sampah itu di drop ketika ada mobil sampah datang itu tinggal naruh,” ujarnya.

Dengan sistem seperti itu, lanjut Adjie, masyarakat cukup menaruh sampah di titik tertentu yang telah disepakati, tanpa perlu menunggu petugas mendatangi rumah satu per satu. Hal ini, menurutnya, dapat memangkas waktu dan tenaga, serta mengurangi beban dump truk yang harus berkeliling hingga ke gang-gang sempit.

“Jadi tidak terlalu kepayahan terhadap pengangkutan dump truk yang dari lingkungan hidup ke rumah-rumah,”kata Adjie menambahkan.

Ia menilai, dalam konteks pengelolaan sampah, efisiensi menjadi kata kunci yang perlu diterjemahkan dalam kebijakan operasional. Skema drop zone atau titik kumpul sampah dinilai lebih masuk akal untuk diterapkan di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur jalan dan jangkauan armada.

“Seharusnya lebih efisien. Tapi kalau supaya efisien ya seperti itu lingkungan hidup,” ujarnya, menyinggung pola yang layak diadopsi DLH PPU.

Penerapan sistem seperti ini, menurut Adjie, tidak memerlukan anggaran besar. Yang dibutuhkan hanya komunikasi aktif dengan masyarakat, penyediaan tempat sampah kolektif, dan jadwal pengangkutan yang jelas. Ia mengusulkan agar pemerintah desa dan kelurahan ikut dilibatkan dalam edukasi dan sosialisasi agar warga terbiasa dengan sistem tersebut. (W/ADV/S)