wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, menilai pembangunan SMPN 29 dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan daya tampung sekolah dan sistem zonasi yang kerap muncul setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Menurut Hamid, penambahan fasilitas pendidikan melalui pembangunan sekolah baru dapat membantu mengurangi kesenjangan daya tampung, khususnya bagi lulusan sekolah dasar yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
“Tentu dengan adanya pembangunan SMPN 29 ini bisa membantu memecahkan persoalan klasik yang selalu terjadi setiap penerimaan peserta didik baru,” ujar Hamid, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, keberadaan sekolah baru juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengatasi berbagai persoalan yang muncul akibat penerapan sistem zonasi.
“Pembangunan SMPN 29 ini menjadi salah satu jawaban Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengatasi persoalan zonasi yang selama ini terjadi,” katanya.
Hamid berharap pembangunan fasilitas pendidikan di Balikpapan tidak berhenti pada SMPN 29. Menurutnya, masih diperlukan penambahan sekolah baru di sejumlah wilayah untuk memastikan pemerataan akses pendidikan.
“Kami berharap program pembangunan SMPN 30 juga bisa segera terwujud, sehingga secara bertahap fasilitas pendidikan di Kota Balikpapan dapat semakin merata dan mampu menampung seluruh lulusan SD,” tuturnya.
Ia menilai, pemerataan fasilitas pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan yang layak.
Hamid menegaskan, ketersediaan fasilitas pendidikan merupakan bagian penting dalam mendukung pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan wilayah.
“Jadi, sudah selayaknya fasilitas pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Dengan fasilitas yang memadai dan merata, persoalan daya tampung serta zonasi diharapkan dapat ditangani secara bertahap,” tutupnya. (W/ADV/SR)




