DPRD PPU

Petani Masih Pegang Pola Lama, Sujiati: Perlu Edukasi Pupuk dan Manajemen Tanam Usai Panen

wartapedia.co.id, PPU – Tradisi menidurkan lahan setelah panen masih menjadi praktik umum di kalangan petani di Penajam Paser Utara (PPU). Kebiasaan ini, menurut Anggota DPRD PPU Sujiati, merupakan bagian dari pola pikir lama petani yang memerlukan penyegaran seiring dengan tantangan pertanian masa kini.

“Itu benar, karena memang pola pikir petani kita kan masih yang dulu ya. Jadi mereka berpikirnya, setelah panen lahan ditidurkan dulu minimal satu bulan, enggak diolah, untuk membuat batang padi itu busuk dulu baru diolah,” ujar Sujiati.

Ia menjelaskan bahwa membiarkan batang padi membusuk secara alami di atas lahan memang memiliki manfaat sebagai pupuk alami. Akan tetapi, ia juga menyoroti bahwa pola ini seringkali tidak diimbangi dengan strategi pemupukan yang tepat sehingga justru memperlambat proses tanam berikutnya dan berdampak pada produktivitas.

“Memang itu bagus, karena batang padi yang dibusukan itu jadi pupuk. Kalau langsung ditanam itu loss extreme, harus mencari pupuk yang bisa membusukan batang padi tadi,” tambahnya.

Sujiati menilai bahwa pemahaman petani tentang proses pengomposan dan cara mempercepat dekomposisi batang padi masih minim. Hal ini menyebabkan waktu jeda antar musim tanam menjadi terlalu panjang, padahal seharusnya bisa diatasi dengan aplikasi pupuk perombak organik yang tersedia di pasaran.

Dalam konteks ini, ia menyarankan agar pemerintah daerah melalui dinas teknis, khususnya pertanian dan penyuluhan, bisa lebih aktif memberikan edukasi langsung ke lapangan. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang bersifat persuasif dan berbasis demonstrasi agar petani bisa menerima pola tanam baru yang lebih efisien. (W/ADV/S)