AdvertorialDiskominfo Kukar

Aulia: Loa Janan Ulu Terancam Tenggelam Jika Penanganan Banjir Tak Dikendalikan

wartapedia.co.id, Loa Janan – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyebut Desa Loa Janan Ulu terancam tenggelam jika penanganan banjir dan aktivitas yang berdampak terhadap debit air tidak segera dikendalikan.

Aulia mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kukar setelah adanya pembahasan bersama Wali Kota Samarinda terkait penanganan banjir di wilayah perbatasan.

“Kita dari pemerintah daerah mengapresiasi Bapak Wali Kota Samarinda yang sudah datang ke Kukar. Beliau tidak hanya memikirkan perspektif penanganan banjir di bagian sektor Samarinda, tetapi juga mendengar pendapat dari kita,” kata Aulia saat ditemui di Kantor Camat Loa Janan, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, apabila kegiatan yang berpotensi memengaruhi kondisi aliran air terus dilakukan tanpa pengendalian, Desa Loa Janan Ulu yang selama ini terdampak banjir dapat mengalami kondisi yang lebih parah.

“Kalau seandainya kegiatan ini tetap terus dilaksanakan, Desa Loa Janan Ulu yang selama ini sekitar 70 persen terendam banjir ketika air naik, bisa tenggelam seluruhnya. Apalagi kalau kegiatan ini tetap berlanjut,” ujarnya.

Sebagai langkah pengendalian, Aulia mengatakan pemerintah daerah berencana memasang pintu air untuk menahan debit air, terutama sebelum dilakukan normalisasi sungai di bagian hulu.

“Kita menginginkan debit air ini tidak bertambah lagi ketika nanti curah hujan meningkat. Oleh karena itu, seperti yang disarankan beliau, kita akan memasang pintu air sehingga selama sungai di luasan hulu ini belum dinormalisasi, debit airnya tidak bertambah dan tidak menimbulkan dampak kepada masyarakat yang ada di sekitar,” jelasnya.

Aulia juga mengapresiasi pengalaman Pemerintah Kota Samarinda dalam menangani persoalan banjir yang dinilai dapat menjadi masukan bagi penanganan di wilayah Kukar.

“Memang harus kami akui, Bapak Wali Kota Samarinda sudah punya pengalaman yang cukup panjang dalam penanganan banjir di Samarinda dan ilmu itu ditularkan kepada kita di sini,” katanya.

Selanjutnya, pemerintah daerah akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi wilayah yang terdampak. Penanganan juga akan dilakukan melalui tim yang telah dibentuk dan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemkab Kukar, Pemkot Samarinda serta Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Oleh karena itu, nanti kita akan turun ke lapangan untuk melihat kondisinya. Kita berharap tim yang sudah dibentuk tadi, yang dipimpin provinsi dan melibatkan Pemerintah Kabupaten Kukar, Pemerintah Kota Samarinda serta BWS, bisa menjalankan fungsi dengan baik,” ujarnya.

Aulia berharap langkah penanganan tersebut dapat mulai dilaksanakan pada 2027 sehingga persoalan banjir di wilayah tersebut dapat ditangani dengan baik.

“Sehingga di 2027 ini, penanganannya bisa kita laksanakan dan ditangani dengan baik,” pungkasnya. (W/ADV/S)