wartapedia.co.id, Penajam – Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Ishak Rahman, menyoroti ketimpangan antara prestasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) desa dan dukungan Pemerintah Daerah terhadap keberlangsungan aktivitas mereka. Kritik ini mencuat setelah KIM Mangun Karya dari PPU berhasil meraih Juara Utama dalam ajang KIM Fest 2025 berkat pengangkatan budaya Paser, sebuah pencapaian yang mengharumkan nama daerah.
Namun di balik keberhasilan itu, Ishak menilai pemerintah daerah tidak memberikan dukungan yang memadai. Aktivitas KIM, menurutnya, selama ini justru bertumpu pada swadaya perangkat desa tanpa sokongan anggaran atau fasilitasi yang layak dari Pemda.
“Kalau kita lihat kemarin, perangkat desa itu swadaya. Mereka menggunakan dana desa untuk membiayai kebutuhan timnya,” ujarnya.
Ishak mengatakan, swadaya perangkat desa bukanlah kondisi ideal. KIM seharusnya mendapatkan dukungan struktural karena fungsi mereka penting bagi pemerintah: menyebarkan informasi publik, mengembangkan literasi digital warga desa, hingga mempromosikan potensi lokal. Dengan beban kerja seperti itu, semestinya Pemda menyediakan pendampingan, fasilitas, hingga pembiayaan dasar bagi operasional mereka.
“Harapan kami pemerintah daerah harus men-support mereka,” tegasnya.
Ia menilai, prestasi KIM Mangun Karya seharusnya menjadi momentum bagi Pemda untuk mengevaluasi perannya. Kemenangan di tingkat provinsi bukan terjadi karena dukungan pemerintah, tetapi berkat inisiatif desa yang bekerja secara mandiri. Kondisi ini, menurut Ishak, ironis—karena penghargaan diperoleh, namun perhatian pemerintah terhadap proses dan kebutuhan KIM selama ini sangat minim.
“Kita mendapat satu penghargaan itu luar biasa, tapi apakah selama ini kita memperhatikan apa yang mereka lakukan? Kan tidak,” lanjutnya.
Ishak menegaskan bahwa pola pembinaan KIM perlu diperbaiki. Pemda harus hadir, bukan hanya ketika penghargaan berhasil diraih, tetapi sejak tahap perencanaan, produksi konten, hingga penguatan kapasitas. Ia mendorong agar anggaran khusus pembinaan KIM kembali diperkuat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika. (W/ADV/SR)




