wartapedia.co.id, SAMARINDA – Di tengah euforia wacana pendidikan gratis 12 tahun secara nasional, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak meniadakan ruang bagi keberlangsungan sekolah swasta.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fadly Imawan, menilai bahwa sekolah swasta justru sering menjadi pilihan utama masyarakat karena keunggulan kualitas, pendekatan kurikulum, hingga lingkungan belajar yang lebih spesifik.
“Sekolah swasta justru sering jadi pilihan karena kualitas. Banyak orang tua rela membayar lebih demi pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka,” kata Fadly, Sabtu (12/7/2025).
Ia menekankan bahwa kebijakan pendidikan gratis, sebaik apa pun tujuannya, tetap harus memberi ruang bagi masyarakat untuk memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan aspirasi masing-masing.
Menurutnya, banyak sekolah swasta menawarkan keunggulan yang tak selalu bisa disediakan sekolah negeri, seperti kurikulum internasional, program bilingual, atau pendekatan berbasis karakter yang lebih intensif.
“Kalau semua digratiskan tapi kualitasnya rata-rata, maka kita justru mengorbankan mutu pendidikan secara keseluruhan,” imbuhnya.
Fadly mendorong agar pemerintah merumuskan kebijakan pendidikan secara holistik, adil, dan tetap mempertahankan keragaman pilihan. Ia menilai penting bagi negara untuk hadir menjamin hak pendidikan, namun juga memastikan ekosistem pendidikan tetap sehat dan kompetitif.
“Negara memang wajib menjamin pendidikan dasar dan menengah. Tapi kalau semua diseragamkan, pendidikan kita bisa kehilangan daya saing. Kita butuh keseimbangan antara akses dan kualitas,” tandasnya. (W/ADV/SR).




