wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya generasi muda, dinilai menjadi aspek penting yang harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.
Hal tersebut, disampaikan oleh Anggota DPRD Kukar Dapil V, Hairendra, yang mencakup wilayah Loa Janan, Loa Kulu, dan Samboja Barat.
Menurutnya, pemuda merupakan aset berharga yang akan menjadi ujung tombak dalam keberlanjutan pembangunan daerah.
Oleh sebab itu, mereka memerlukan ruang, fasilitas, serta kebijakan yang mendukung pengembangan potensi secara optimal.
“Pembangunan SDM, terutama pemuda, harus seimbang dengan infrastruktur. Pemuda ini bagian dari masa depan daerah. Mereka perlu diberi perhatian serius dan ruang berkembang,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal itu, Hairendra mengungkapkan, DPRD Kukar tengah menjalin sinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar serta beberapa perangkat daerah lainnya.
Hal ini, bertujuan untuk mengakomodasi aspirasi langsung dari komunitas dan kelompok pemuda di tingkat bawah.
“Kami dorong agar program-program kepemudaan yang lahir dari bawah bisa ditampung dan dijalankan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing,” tambahnya.
Hairendra mengungkapkan, banyak pemuda di wilayah Loa Janan, Loa Kulu, dan Samboja Barat memiliki bakat besar di bidang kreatif, kewirausahaan, dan sosial, namun belum mendapat perhatian maksimal akibat keterbatasan sarana dan kurangnya dukungan regulasi.
“Banyak anak muda di Loa Janan dan Samboja Barat punya bakat, tapi belum semuanya tersalurkan. Ini jadi perhatian kami di DPRD,” katanya.
Ia menekankan bahwa DPRD Kukar terus mendorong penganggaran daerah yang berpihak kepada kegiatan-kegiatan pemuda, seperti pelatihan keterampilan, festival kreativitas, serta penyuluhan wirausaha.
Selain itu, Hairendra juga mengusulkan adanya forum rutin antara DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan guna memastikan komunikasi berjalan baik dan kebijakan bisa tepat sasaran.
“Jangan sampai pemuda kita hanya jadi penonton. Mereka perlu diberi kesempatan untuk ambil bagian dalam pembangunan,” ujarnya.
Hairendra menegaskan, sebagian besar usulan dari komunitas pemuda yang masuk ke DPRD selama ini sangat realistis dan potensial untuk dijalankan. Oleh karena itu, ia berharap Pemkab Kukar memberi ruang lebih luas agar ide-ide pemuda dapat diwujudkan.
“Kami optimistis, bila program-program tersebut dikawal serius, akan muncul lebih banyak pemuda Kukar yang mandiri dan berdampak positif di lingkungannya,” tutupnya. (W/ADV/JS)




