AdvertorialDPRD Kukar

RDP Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka: Pendidikan Seksual Penting Dikenalkan Sejak Dini

wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Anggota Komisi IV, Akhmad Akbar Haka Saputra menegaskan pentingnya memasukkan pendidikan seksual ke dalam kurikulum maupun kegiatan sosialisasi di sekolah, khususnya yang berbasis asrama.

Menurutnya, pendidikan seksual yang tepat sejak dini merupakan salah satu langkah preventif untuk melindungi anak-anak dari berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan seksual.

Politisi muda ini menilai, isu pendidikan seksual sering kali dianggap tabu di masyarakat, padahal di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika, pendidikan semacam ini sudah diberikan secara sistematis kepada anak-anak dan remaja.

“Bukan berarti kita ingin meniru modernisasi secara membabi buta, bukan itu. Tapi faktanya, di Jepang, Amerika, anak-anak yang mulai beranjak dewasa sudah diajarkan bagaimana menjaga diri, siapa yang boleh menyentuh badan mereka, bagaimana harus bereaksi jika ada yang melecehkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengetahuan mengenai tubuh, batasan pribadi, hingga pemahaman mengenai persetujuan (consent) sangat penting agar anak-anak bisa melindungi diri mereka sendiri.

“Sejak dini anak-anak harus tahu, kalau ada orang yang tidak seharusnya menyentuh tubuh mereka, mereka harus berani menolak, berteriak, bahkan melapor. Ini bukan sekadar teori, tapi bekal nyata untuk menjaga keselamatan mereka,” tegasnya.

Selain itu, Akbar Haka mengingatkan, pendidikan seksual bukan berarti mendorong anak-anak untuk melakukan hubungan seksual, melainkan memberikan pemahaman yang benar agar mereka tidak menjadi korban ataupun pelaku.

Ia menyebutkan, banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi justru karena kurangnya pengetahuan anak tentang batasan tubuh dan relasi sehat.

“Pendidikan seksual itu bagian dari pendidikan karakter juga. Kalau kita terus menutup mata karena menganggap tabu, maka anak-anak kita justru rentan jadi korban,” tambahnya.

Menurut dia, Komisi IV DPRD Kukar akan terus mendorong pemerintah daerah dan dinas pendidikan untuk mulai merancang program sosialisasi maupun modul sederhana tentang pendidikan seksual.

“Kalau kita serius ingin melindungi anak-anak, maka pendidikan seksual ini harus diberikan sejak dini, secara bertahap, dan dengan pendekatan yang tepat,” pungkasnya. (W/ADV/JS)