wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Tingginya kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj Iim Rahman, menilai persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran besar keluarga dalam melakukan pengawasan dan pendidikan moral kepada anak sejak usia dini.
Saat dihubungi media ini, Sabtu (6/6/2026), Hj Iim Rahman mengatakan penyebaran HIV di Balikpapan saat ini perlu mendapat perhatian khusus karena salah satu faktor yang dinilai cukup dominan berasal dari penyimpangan perilaku seksual, termasuk hubungan sesama jenis atau LGBT.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat agar lebih serius memperkuat pendidikan agama, moral, dan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak maupun remaja.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga kesehatan saja. Orang tua memiliki peran paling penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Pendidikan agama harus diperkuat agar anak memiliki pemahaman yang baik tentang norma dan perilaku dalam kehidupan sosial,” kata Iim.
Politisi perempuan tersebut menegaskan, keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah anak terjerumus pada pergaulan bebas maupun perilaku menyimpang yang berpotensi berdampak buruk terhadap masa depan mereka.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap lingkungan pergaulan anak, termasuk aktivitas di media sosial yang saat ini dinilai sangat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.
“Pengawasan orang tua sekarang harus lebih ekstra. Jangan sampai anak-anak bebas tanpa kontrol, karena pengaruh lingkungan dan media sosial saat ini sangat kuat. Orang tua harus hadir memberikan perhatian, komunikasi, dan pendampingan,” ujarnya.
Selain pendidikan agama dan pengawasan, Iim turut menyoroti pola pengasuhan anak yang menurutnya perlu diperhatikan sejak kecil. Ia mengimbau para orang tua agar tidak membiasakan anak mengenakan atribut yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.
Menurut dia, kebiasaan kecil yang dianggap sepele bisa memberikan pengaruh terhadap perkembangan psikologis dan pembentukan karakter anak di kemudian hari.
“Kadang ada orang tua yang menganggap bercanda dengan memakaikan pakaian perempuan kepada anak laki-laki atau sebaliknya itu hal biasa. Padahal hal-hal seperti itu jangan dianggap sepele karena bisa berdampak terhadap perkembangan mental dan perilaku anak ke depan,” jelasnya.
Iim mengatakan, pencegahan penyebaran HIV harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi kesehatan, penguatan nilai agama, hingga pengawasan keluarga dan lingkungan sosial.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk terus menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar angka penyebaran kasus dapat ditekan.
“Kita semua tentu ingin generasi muda Balikpapan tumbuh dengan lingkungan yang sehat, baik secara moral maupun kesehatan. Karena itu perlu kerja sama semua pihak, baik pemerintah, sekolah, tokoh agama, maupun keluarga,” tuturnya.
Ia berharap perhatian terhadap persoalan HIV di Balikpapan tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga menyentuh upaya pencegahan melalui pembinaan moral dan penguatan ketahanan keluarga di tengah perkembangan sosial yang semakin kompleks.
“Kalau keluarga kuat, pendidikan agama berjalan baik, dan pengawasan orang tua maksimal, maka anak-anak akan memiliki pondasi yang kuat dalam menghadapi pengaruh negatif di lingkungan mereka,” pungkasnya.(W/ADV/SR)




