AdvertorialDPRD PPU

Serapan Kerja Rendah, DPRD Minta Program Pelatihan Dievaluasi

wartapedia.co.id, Penajam – Efektivitas program pelatihan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kembali menjadi sorotan DPRD Penajam Paser Utara (PPU). Anggota DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani, menilai bahwa serangkaian pelatihan yang digelar pemerintah daerah tidak menghasilkan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia menegaskan bahwa program yang menghabiskan anggaran besar tetapi hanya menghasilkan serapan kerja sangat kecil harus segera dikaji ulang.

Dalam penilaiannya, Bijak melihat persoalan ini bukan sekadar soal teknis pelatihan, tetapi menyangkut perencanaan kebijakan yang lemah. Pelatihan yang digelar selama beberapa tahun terakhir — khususnya yang menggunakan anggaran besar — menurutnya belum pernah mencapai target ideal yang mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalau anggarannya besar tetapi penyerapannya sangat kecil, ini harus dievaluasi. Program seperti ini perlu ditinjau ulang,” ujarnya.

Bijak menekankan bahwa pelatihan seharusnya menjadi pintu masuk bagi masyarakat lokal untuk bersaing dalam pasar kerja yang semakin kompetitif. Namun kenyataannya, banyak peserta yang kembali ke daerah tanpa mendapatkan pekerjaan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pelatihan yang diberikan dan kebutuhan industri yang sebenarnya.

Ia mengingatkan bahwa PPU saat ini berada di posisi strategis sebagai penyangga IKN. Karena itu, peluang pekerjaan di sektor konstruksi, jasa, teknis, dan administrasi sebenarnya sangat besar. Namun tanpa pelatihan yang tepat sasaran, masyarakat lokal akan kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.

Menurut Bijak, jika pelaksanaan pelatihan terus dilakukan secara seremonial — hanya untuk menghabiskan anggaran maka tujuan utama pembangunan tidak akan tercapai. Ia menyebut perlunya pendekatan baru yang lebih realistis dan berorientasi hasil.

“Maksud saya, kalau anggaran sebesar itu digunakan untuk pelatihan tetapi dampaknya kecil, kenapa tidak dialihkan untuk membuka lapangan pekerjaan langsung,” lanjutnya. (W/ADV/SR)