AdvertorialDPRD PPU

DPRD PPU Soroti Lemahnya Kinerja BUMD dan Dorong Penguatan Sektor Pariwisata untuk Tingkatkan PAD

wartapedia.co.id, Penajam – Upaya meningkatkan pendapatan daerah kembali menjadi sorotan DPRD Penajam Paser Utara (PPU). Anggota DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani, menilai pemerintah daerah perlu segera mencari sumber pendapatan baru yang lebih stabil dan berkelanjutan, terutama di tengah tekanan fiskal sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah pariwisata, diikuti dengan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini belum optimal memberikan kontribusi.

Bijak menyampaikan bahwa diversifikasi pendapatan tidak bisa lagi menjadi wacana, melainkan harus menjadi arah kebijakan yang nyata. Menurutnya, banyak daerah berkembang di Indonesia berhasil memaksimalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi, dan PPU seharusnya mampu melakukan hal serupa mengingat potensi alam dan geografis yang dimiliki.

“Misalnya lewat sektor pariwisata atau penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” ujarnya.

Namun, selain pariwisata, Bijak juga menyoroti pentingnya memperbaiki kinerja BUMD. Ia menyebut PPU saat ini memiliki tiga BUMD, tetapi hanya satu yang masuk kategori sehat atau “hijau”.

Dua lainnya masih jauh dari kinerja ideal. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena BUMD seharusnya menjadi pilar ekonomi daerah, bukan sekadar lembaga formal yang tidak memberi kontribusi nyata.

“Kita punya tiga BUMD, tapi hanya satu yang masuk kategori hijau. Dua lainnya masih jauh dari sehat,”ungkapnya.

Ia menilai bahwa lemahnya kinerja BUMD tidak hanya berdampak pada rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga mempersempit ruang fiskal PPU dalam membangun layanan publik. Di tengah meningkatnya kebutuhan anggaran akibat mobilitas pembangunan IKN, daerah memerlukan mesin ekonomi yang mampu bergerak sendiri tanpa terus-menerus bergantung pada transfer pusat.

Dalam pandangannya, pemerintah daerah harus melakukan langkah serius untuk memperkuat BUMD, baik dari sisi manajemen, orientasi bisnis, maupun tata kelola. BUMD, kata Bijak, harus diarahkan pada sektor-sektor yang betul-betul memiliki pasar dan potensi pertumbuhan, bukan hanya diisi dengan kegiatan yang bersifat administratif.

“Harusnya BUMD yang diperkuat, karena dari situlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa didorong,” tegasnya. (W/ADV/SR)