AdvertorialDiskominfo Kukar

Perkim Kukar Siapkan Perencanaan Hidran di Permukiman Padat Tenggarong

wartapedia.co.id, Tenggarong – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) untuk menyusun perencanaan penyediaan hidran di kawasan permukiman padat, khususnya di wilayah Tenggarong.

Kepala Dinas Perkim Kukar, M Aidil, mengatakan keberadaan hidran di Ibu Kota Kabupaten Kukar masih tergolong kurang. Karena itu, penyediaannya perlu direncanakan secara menyeluruh dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Untuk hidran, nanti mungkin kami harus kembali berkoordinasi dan bekerja sama dengan Damkarmatan untuk membuat perencanaan. Khususnya di Ibu Kota Tenggarong, keberadaan hidran memang masih kurang,” kata Aidil.

Menurutnya, penyediaan hidran tidak cukup hanya menentukan lokasi pemasangan. Ketersediaan sumber air menjadi bagian penting yang harus dipastikan sejak tahap perencanaan.

“Memang seharusnya hidran tersedia di daerah-daerah yang padat penduduk, termasuk di kawasan permukiman baru. Paling tidak, hidran bisa membantu ketika terjadi musibah. Tetapi yang paling penting adalah sumber airnya tersedia,” ujarnya.

Aidil menegaskan, jangan sampai fasilitas hidran dibangun tetapi tidak didukung sumber air yang memadai. Karena itu, Perkim perlu melakukan pendataan dan melihat kondisi lapangan sebelum menentukan langkah pembangunan.

Perencanaan tersebut nantinya juga akan melibatkan bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU), terutama yang berkaitan dengan jalan dan lingkungan permukiman.

“Perencanaannya harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk berkoordinasi dengan bidang PSU, baik terkait jalan maupun lingkungan permukiman,” jelasnya.

Rencana tersebut menjadi bagian dari evaluasi pascakebakaran di kawasan Kelambu Kuning, Jalan Alimuddin, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Untuk pembangunan rumah bagi warga terdampak, Aidil mengatakan pihaknya masih berada pada tahap awal berupa pendataan.

Perkim bersama pihak kelurahan dan kecamatan terlebih dahulu mendata warga serta rumah yang terdampak kebakaran. Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

“Kalau untuk pembangunan rumah bagi korban kebakaran di Kelambu Kuning, Jalan Alimuddin, kami dari Perkim belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” katanya.

“Saat ini memang ranah Perkim sesuai tupoksi, tetapi untuk tahap awal kami masih berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pendataan warga terdampak terlebih dahulu,” lanjutnya.

Aidil menyebut pendataan rumah dan warga terdampak masih berlangsung. Setelah proses tersebut selesai, Perkim akan melihat kondisi di lapangan dan memaparkan hasilnya untuk menentukan penanganan selanjutnya.

“Untuk saat ini pendataan rumah dan warga terdampak masih berproses. Nanti kami bersama pihak kelurahan dan kecamatan akan melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban atau terdampak kebakaran,” pungkasnya. (W/ADV/S)