AdvertorialDiskominfo Kukar

110 Gerai KDKMP di Kukar Rampung Fisik, Sarana dan Prasarana Masih Bertahap

wartapedia.co.id, Tenggarong – Sebanyak 110 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen. Namun, gerai-gerai tersebut belum seluruhnya siap beroperasi karena masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Muhammad Reza, mengatakan dari total 237 titik KDKMP yang direncanakan, sebanyak 142 titik telah terbangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 110 titik telah menyelesaikan bangunan fisik.

“Dari total 237 KDKMP, yang sudah terbangun ada 142. Dari 142 itu, yang sudah mencapai 100 persen secara fisik sekitar 110 titik, kalau tidak salah,” kata Reza saat diwawancarai melalui telepon, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, capaian 100 persen tersebut hanya merujuk pada penyelesaian bangunan, belum termasuk kelengkapan fasilitas penunjang untuk operasional koperasi.

Sarana yang masih dibutuhkan antara lain etalase, perlengkapan klinik, meja pasien, ruang tunggu, pendingin ruangan (AC), truk, serta kendaraan roda tiga. Pengadaan dan distribusi sejumlah perlengkapan tersebut masih dilakukan secara bertahap.

“Sekarang yang mulai datang baru etalase. Kemarin informasinya baru 18 dari sekitar 450 etalase yang tersedia. Pengirimannya bertahap dan akan disebarkan ke beberapa KDKMP,” ujarnya.

Dari sekitar 110 titik yang telah rampung secara fisik, Dinas Koperasi dan UKM Kukar melakukan verifikasi dan validasi tahap pertama terhadap 79 titik. Hasilnya akan ditinjau kembali oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Reza menargetkan bangunan yang telah selesai secara fisik dapat dilengkapi sarana dan prasarana pada tahun ini sebelum mulai dioperasikan.

Klinik dan Apotek Disiapkan di Gerai KDKMP

Setiap gerai KDKMP dirancang memiliki sejumlah jenis usaha, termasuk apotek dan klinik. Ruangan untuk kedua layanan tersebut telah disiapkan, sedangkan pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan.

“Di KDKMP itu ada bagian di sebelah kiri yang khusus disiapkan untuk apotek dan klinik. Nanti akan ada kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Puskesmas juga akan memiliki pengaturan tersendiri, tetapi ruangannya sudah disiapkan,” jelasnya.

Selain layanan kesehatan, jenis usaha yang direncanakan mencakup gerai penjualan kebutuhan masyarakat, produk bersubsidi pemerintah seperti LPG dan pupuk, serta minyak bersubsidi. Usaha simpan pinjam juga tercantum dalam rencana, meski saat ini belum berjalan.

Menurut Reza, sebagian besar jenis usaha KDKMP mengikuti panduan yang sama. Sementara itu, usaha tambahan dapat disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa atau kelurahan.

Dari sisi kelembagaan, koperasi telah membentuk struktur organisasi dan mencantumkan bidang usaha dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga melalui notaris. Jenis usaha juga didaftarkan melalui klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI).

Sebelas Desa Berpenduduk di Bawah 500 Jiwa

Reza menjelaskan, pembangunan KDKMP dilakukan secara bertahap sesuai arahan pemerintah pusat. Pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan, sedangkan proses pembangunan ditangani pihak yang ditunjuk melalui mekanisme yang berlaku.

Di Kukar, terdapat 11 desa dengan jumlah penduduk kurang dari 500 jiwa. Desa-desa tersebut direncanakan bergabung dengan desa lain sehingga tidak harus memiliki gerai tersendiri.

“Jadi, setiap desa atau kelurahan belum tentu memiliki gerai sendiri. Syarat pembentukan gerai KDKMP adalah minimal memiliki 500 jiwa penduduk. Kalau jumlah penduduknya kurang dari itu, nanti digabung dengan desa di sebelahnya atau desa di sekitarnya,” kata Reza.

Ia menyebut pengaturan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang operasionalisasi gerai Merah Putih.

Kendala lain ditemukan di desa-desa dengan kondisi geografis berupa danau atau rawa yang belum memungkinkan pembangunan menggunakan konstruksi biasa. Untuk wilayah tersebut, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penggunaan bangunan panggung atau bertiang.

Sementara itu, desa yang telah menyiapkan lahan dapat mengajukan titik pembangunan melalui portal yang tersedia. Selanjutnya, proses pembangunan dilakukan secara bertahap oleh Agrinas.

Puluhan Manajer Mulai Bertugas

Untuk mendukung operasionalisasi KDKMP, para manajer koperasi juga mulai berdatangan dan menjalani pengarahan teknis. Reza menyebut sekitar 74 manajer telah melapor ke Dinas Koperasi dan UKM Kukar setelah mengikuti pembekalan bersama Kodim serta instansi terkait di tingkat provinsi.

Sebagian besar manajer tersebut merupakan putra-putri daerah. Reza memperkirakan sekitar 80 persen berasal dari Kukar, sementara sisanya berasal dari Samarinda.

Penempatan mereka tidak selalu dilakukan di desa asal, tetapi diupayakan tetap berada di wilayah yang sudah dikenal, termasuk desa lain dalam kecamatan yang sama.

Dengan pembangunan fisik yang terus berjalan, kelengkapan fasilitas dan kesiapan sumber daya manusia menjadi tahapan penting sebelum gerai KDKMP di Kukar beroperasi. Pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat dilaksanakan bertahap agar bangunan yang telah selesai dapat segera dimanfaatkan sesuai fungsi dan rencana usahanya. (W/ADV/S)