wartapedia.co.id, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai sedang berada dalam momentum yang baik untuk menarik investasi. DPRD PPU meminta pemerintah daerah tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dengan terus membuka ruang bagi investor.
Anggota DPRD PPU, Syarifuddin HR menyambut positif rencana investasi industri di kawasan Buluminung. Ia menilai kehadiran investasi dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, geliat investasi yang mulai terlihat harus dijaga melalui kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor. Pemerintah daerah juga perlu memastikan proses investasi dapat berjalan secara cepat dan tidak terhambat oleh persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan.
“Alhamdulillah, terima kasih. Kami sangat berharap sebenarnya dengan adanya investasi-investasi di PPU dan kami memberikan ruang kepada para investor, karena memang sekarang PPU lagi geliat dan manis-manisnya lagi,” katanya.
Ia menilai percepatan menjadi hal penting dalam menangkap peluang investasi. Sebab, investor membutuhkan kepastian dan kesiapan daerah sebelum merealisasikan rencana penanaman modal.
“Mudah-mudah ke depan kita terus memberikan ruang kepada investor-investor untuk berinvestasi. Kalau tidak sekarang kapan lagi, saya kira lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Syarifuddin HR mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan komunikasi dengan calon investor sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Dengan begitu, rencana investasi tidak hanya berhenti pada tahap pembahasan, tetapi dapat segera diwujudkan.
Menurutnya kesiapan fasilitas dasar sebagai bagian penting dari upaya menarik investasi. Infrastruktur yang memadai akan memberikan dukungan terhadap operasional industri dan meningkatkan daya tarik kawasan Buluminung.
Ia menyoroti persoalan listrik PLN yang saat ini dinilai menjadi salah satu tantangan. Menurutnya, pasokan listrik yang tidak optimal berpotensi memengaruhi rencana investasi karena energi merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas industri.
“Selain PLN, ketersediaan air, dan akses jalan, tentu ini yang menjadi prioritas utama,” jelasnya. (W/ADV/R)




