AdvertorialDiskominfo Kukar

Pemkab Kukar Siapkan Panen Raya Padi Semayang, Distanak Prediksi Berlangsung hingga Desember

wartapedia.co.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan agenda panen raya padi di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar memprediksi panen padi dengan pola tanam tabela dar di wilayah tersebut mulai berlangsung pada awal November dan berlanjut hingga pertengahan, bahkan akhir Desember 2026.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, sebelumnya menyampaikan rencana pelaksanaan panen raya di Desa Semayang dalam waktu sekitar dua minggu. Saat itu, pemerintah daerah masih mengumpulkan data luasan lahan yang siap dipanen sekaligus mengoordinasikan persiapan kegiatan dengan pihak terkait.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengatakan waktu panen petani di Semayang tidak berlangsung serentak karena pola tanam yang dilakukan menyesuaikan kondisi danau. Petani mulai menanam ketika permukaan air mulai surut dan lahan memungkinkan untuk ditanami.

“Panen mulai berlangsung pada awal November dan diperkirakan berlanjut hingga pertengahan Desember. Bahkan, bisa sampai akhir Desember karena waktu tanam petani tidak serentak,” kata Rifani saat diwawancarai di Gedung Bappeda Kukar, Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, pola tanam tersebut berbeda dengan persawahan yang memiliki jadwal tanam lebih teratur. Di Semayang, petani menanam secara sporadis sesuai kondisi lahan. Ketika seorang petani mulai menanam, petani lain dapat menyusul pada waktu berbeda sehingga masa panen pun tidak bersamaan.

Selain Semayang, panen padi juga diperkirakan berlangsung di sejumlah wilayah lain. Di kawasan Melintang, panen diprediksi baru dimulai pada awal Desember. Aktivitas tanam padi juga terdapat di Desa Pela serta wilayah Jantur, di kawasan anak Danau Jempang.

Untuk mendukung kegiatan pertanian tersebut, pemerintah memberikan bantuan benih sekitar 1,5 ton masing-masing untuk Semayang dan Pela. Rifani menyebut bantuan itu bersifat stimulan bagi petani yang menerapkan pola tanam tabela dar.

Dari bantuan benih sebanyak 1,5 ton, luasan tanam diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 15 hektare di masing-masing wilayah penerima bantuan. Sementara itu, petani yang menanam secara swadaya menggunakan varietas beragam karena benih dibeli sendiri, bahkan terkadang dari sesama petani.

Perbedaan varietas dan waktu tanam tersebut membuat jadwal panen di kawasan itu semakin bervariasi. Meski demikian, Rifani menilai pola tanam tabela dar memiliki potensi produksi yang menarik karena kebutuhan input relatif sedikit dan kondisi tanah dinilai cukup subur akibat sedimentasi danau.

Namun, Distanak Kukar belum dapat memastikan angka produktivitas maupun total produksi padi dari lahan tersebut. Pengukuran akan dilakukan melalui metode ubinan, yakni mengambil sampel hasil panen dari petak berukuran satu meter persegi untuk menghitung produktivitas dan memperkirakan produksi berdasarkan luas lahan.

“Kita belum tahu angka produktivitas pastinya. Nanti kita lakukan ubinan dengan mengukur hasil panen dari petak berukuran satu meter persegi. Dari situ kita bisa mengetahui produktivitasnya, kemudian memperkirakan produksi berdasarkan luas keseluruhan lahan,” jelasnya.

Terkait dampak musim kemarau, Rifani menyebut kemungkinan penurunan produksi terdapat pada tanaman yang ditanam sebelum Juli. Sementara itu, tanaman yang ditanam setelah periode tersebut masih relatif normal.

Meski demikian, dampak kemarau terhadap keseluruhan produksi belum dapat dipastikan karena masih ada lahan yang belum memasuki masa panen. Evaluasi baru bisa dilakukan setelah panen selesai dan hasil pengukuran produktivitas diketahui.

“Nanti setelah panen selesai dan hasil ubinan diketahui, baru bisa kita lihat apakah terjadi penurunan produksi atau tidak,” tutupnya. (W/ADV/S)