wartapedia.co.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) segera meluncurkan program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan program tersebut saat ini telah disiapkan dan dimatangkan bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD). Peluncuran Kredit Kukar Idaman Terbaik ditargetkan dapat dilakukan pada Oktober 2026.
“Jadi, info dari BPD itu insyaallah sudah siap untuk kita luncurkan dan kemungkinan kita akan matangkan lagi. Mudah-mudahan bulan depan itu sudah bisa kita luncurkan Kredit Kukar Idaman Terbaik ini,” kata Aulia Rahman Basri saat ditemui di Tenggarong, Sabtu (26/9/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari program Kukar Idaman Terbaik yang juga diarahkan untuk memberikan stimulus kepada 100 ribu petani, peternak, dan nelayan produktif.
Selain kelompok tersebut, Kredit Kukar Idaman Terbaik juga diharapkan dapat diakses pelaku UMKM di Kukar. Pembiayaan ini ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi pelaku usaha.
“Mudah-mudahan setelah peluncuran ini bisa diakses seluas-luasnya oleh seluruh profesi di tempat kita, baik itu petani, peternak, nelayan, maupun UMKM, sehingga ini bisa meningkatkan baik itu dari segi kualitas dan kapasitas produksi teman-teman pelaku usaha kita,” ujarnya.
Aulia menyebut plafon maksimal Kredit Kukar Idaman Terbaik mencapai Rp500 juta. Skema pembiayaan program tersebut akan menggunakan sumber dana yang berasal dari dividen pemerintah daerah di Bank Kaltimtara.
“Nah, kalau kita pagunya ini dinamis. Kenapa? Pembiayaan yang kita gunakan nanti sama seperti Kredit Kukar Idaman, kita menggunakan dividen kita di Bank Kaltimtara,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah telah mencadangkan dividen yang ada untuk mendukung program tersebut. Dana pembiayaan selanjutnya akan terus digulirkan sehingga cakupan penerima manfaat diharapkan semakin luas.
“Nah, kita sudah mencadangkan dividen kita yang ada sekarang untuk program ini dan begitupun selanjutnya dana ini akan terus bergulir,” katanya.
“Semakin banyak dana ini bergulir, maka luasan cakupan dari program ini juga kita harapkan bisa menjadi semakin luas lagi,” sambungnya.
Di sisi lain, Aulia mengakui literasi dan inklusi keuangan masih menjadi tantangan dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap akses pembiayaan.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan informasi kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai perkembangan serta informasi terkait sektor keuangan.
“Memang ini merupakan PR kita bersama, ya. Bahwa memang bukan hanya di sektor keuangan, di beberapa sektor juga ketika kita bicara terkait dengan isu literasi, ini memang kita punya kendala tersendiri,” ungkapnya.
Ia mendorong masyarakat untuk terbuka terhadap informasi terbaru mengenai keuangan. Pemerintah, kata dia, akan terus memberikan pendampingan informasi kepada petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Akan tetapi, kalau menurut hemat kami, yang penting warga masyarakat kita mau membuka diri terkait dengan informasi-informasi terkini terkait dengan keuangan,” ujarnya.
“Kita juga sebagai pihak yang bertanggung jawab tidak berhenti-henti untuk memberikan informasi kepada para pelaku usaha kita, baik itu petani, peternak, nelayan, maupun UMKM kita,” pungkasnya. (W/ADV/S)




