wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Kota Balikpapan terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kondisi keuangan daerah yang masih menghadapi tekanan akibat dana bagi hasil dan efisiensi anggaran.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mengatakan salah satu upaya yang telah dilakukan yakni turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah Wajib Pajak (WP), termasuk di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman beberapa waktu lalu.
Menurutnya, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah WP yang sebelumnya menjadi perhatian dalam pengawasan kini mulai mematuhi kewajiban perpajakannya.
Taufik mengatakan, salah satu sektor yang menjadi perhatian Komisi II adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), yang menjadi salah satu sumber PAD Kota Balikpapan.
“Komisi II alhamdulillah ada beberapa waktu lalu kita sudah turun ke lapangan mengejar PAD, salah satunya PBJT atau disebut dulu namanya PB1, itu masuk langsung ke PAD,” kata Taufik, Senin (24/8/2026).
Ia menilai kegiatan pengawasan secara langsung penting dilakukan untuk memastikan kewajiban pajak dijalankan oleh pelaku usaha. Selain memberikan pengawasan, sidak juga menjadi langkah untuk mendorong kesadaran WP agar memenuhi kewajibannya kepada daerah.
Taufik menyebut, setelah dilakukan pengawasan di lapangan, terdapat perkembangan positif dari sisi kepatuhan WP.
Ia menegaskan Komisi II tidak berhenti pada sidak yang telah dilakukan. Pengawasan terhadap WP akan kembali digenjot dalam waktu dekat, terutama untuk menggali potensi PAD yang masih belum maksimal.
“Belum signifikan untuk kami turun ke lapangan lagi, tapi insya Allah dalam waktu dekat kami genjot terus untuk PAD-nya,” ujarnya.
Taufik menyebut upaya peningkatan PAD sebelumnya telah memberikan hasil dengan adanya kenaikan sekitar 9 persen. Menurutnya, capaian tersebut cukup positif, meski target PAD Kota Balikpapan secara keseluruhan masih belum tercapai.
“Kenaikan-kenaikan yang kemarin alhamdulillah sudah ada kurang lebih 9 persen itu sudah luar biasa untuk menutupi itu. Cuma memang target PAD kita belum tercapai karena masih ada beberapa hal yang perlu kami benahi,” jelasnya.
Di tengah kondisi dana bagi hasil yang mengalami persoalan serta adanya efisiensi, Taufik menilai PAD menjadi salah satu sumber penting yang menopang APBD Kota Balikpapan.
Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD harus terus mencari sumber-sumber PAD baru maupun mengoptimalkan sektor yang selama ini belum tergarap maksimal.
Bahkan, Komisi II DPRD Balikpapan beberapa waktu lalu telah melakukan kajian dan diskusi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melihat berbagai potensi yang dapat dikembangkan dalam meningkatkan PAD.
“Baru beberapa minggu lalu juga kita kajian diskusi dengan DKI Jakarta dan banyak ternyata lumbung-lumbung PAD yang perlu kita mulai giat atau kita kerjakan secepatnya supaya PAD kita lebih tinggi dan besar,” pungkasnya. (W/ADV/SR)




