wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Kabut asap yang mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Balikpapan akibat maraknya kebakaran lahan dalam beberapa pekan terakhir memunculkan kekhawatiran baru terhadap kesehatan masyarakat.
DPRD Kota Balikpapan meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan warga, terutama gangguan pernapasan.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid yang akrab disapa Midun, mendorong Dinas Kesehatan untuk lebih aktif turun ke masyarakat memberikan edukasi terkait bahaya paparan asap.
“Kita juga mengimbau kepada Dinas Kesehatan, karena sudah terjadinya penyakit ISPA. Otomatis kita juga harus terjun ke masyarakat,” katanya. Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, paparan asap dalam waktu tertentu perlu diwaspadai, terlebih apabila kualitas udara terus memburuk. Masyarakat diminta meningkatkan perlindungan diri agar tidak mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran.
Midun juga meminta Dinas Pendidikan ikut mengambil langkah antisipasi dengan menyediakan atau membagikan masker kepada pelajar yang ada di Balikpapan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan, khususnya ketika aktivitas masyarakat dan anak-anak tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap.
“Dinas Pendidikan juga kita imbau untuk membagikan masker. Karena cuaca di Balikpapan juga sudah kita lihat banyak asap,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia mengingatkan, gangguan kesehatan akibat asap tidak boleh dianggap sepele. Selain ISPA, paparan udara yang buruk dapat memicu berbagai keluhan pada sistem pernapasan, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini.
“Untuk mengurangi penyakit ISPA yang kita takutkan dan khawatirkan, termasuk terjadinya gangguan pernapasan,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik. Penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, serta segera mendapatkan penanganan apabila mengalami keluhan pernapasan dinilai penting.
“Sekali lagi, sama-sama kita menjaga diri, melindungi diri kita jangan sampai terjadi penyakit yang disebabkan dari asap tersebut,” tutupnya. (W/ADV/SR)




