AdvertorialDPRD KALTIM

Yusuf Mustafa Dukung Rencana Pembangunan Bosem Balikpapan, Dorong Penanganan Banjir Secara Terpadu

wartapedia.co.id, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam menanggulangi banjir mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Yusuf Mustafa. Salah satu langkah strategis yang tengah dirancang adalah pembangunan kolam retensi atau bosem seluas sekitar 10 hektare sebagai solusi jangka panjang pengendalian air.

Yusuf menilai, meskipun banjir yang melanda Balikpapan baru-baru ini tidak sepenuhnya dipicu oleh curah hujan ekstrem, melainkan juga dipengaruhi faktor pasang laut, pemerintah telah mengambil langkah antisipatif yang patut diapresiasi.

“Banjir kemarin cukup parah karena bertepatan hujan deras dan air pasang. Tapi rencana pembangunan bosem ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot,” ujar Yusuf, Sabtu (12/7/2025).

Ia menambahkan, genangan air memang mulai surut usai hujan berhenti. Namun, kejadian tersebut harus menjadi peringatan agar Balikpapan segera memiliki sistem manajemen air yang lebih efektif.

“Bosem bisa jadi penampung air saat debit tinggi sekaligus menahan limpasan air hujan. Ini bukan solusi instan, tapi langkah penting untuk jangka panjang,” tegasnya.

Selain kolam retensi, Pemkot juga berencana membenahi sistem drainase yang selama ini dinilai belum optimal. Yusuf menyadari bahwa rencana ini membutuhkan pembiayaan besar dan pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Oleh sebab itu, perencanaan matang dan pengawasan pelaksanaan harus diperkuat.

Namun, ia menekankan bahwa infrastruktur bukan satu-satunya kunci penanganan banjir. Peran serta masyarakat dalam menjaga saluran air tetap bersih dan berfungsi juga sangat penting. Ia menyoroti praktik pembangunan perumahan yang seringkali mengabaikan sistem drainase.

“Kalau rumah terus dibangun tapi saluran air tidak diperhatikan, ya tetap banjir. Edukasi ke warga harus digencarkan, apalagi di kawasan padat penduduk,” katanya.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Yusuf berharap Balikpapan bisa menjadi contoh penanganan banjir berbasis kolaborasi. Ia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, hingga warga, terlibat aktif.

“Masalah banjir bukan cuma urusan pemerintah. Ini kerja kolektif. Dengan sinergi, kita bisa wujudkan Balikpapan yang lebih tangguh dan bebas genangan,” tutupnya. (W/ADV/SR).